oleh

Wujudkan Lansia Tangguh, Jangan Tua Sebelum Kaya

Mamuju- Penduduk lanjut usia (lansia) adalah seseorang yang sudah berusia 60 tahun ke atas. Di Indonesia, jumlah lansia sekitar 24,49 juta jiwa atau 9,27 persen dari total penduduk. Agar lansia tetap tangguh, yakni sehat, aktif, produktif, dan mandiri, maka keluarga harus memberi dukungan potensial, baik ekonomi maupun sosial.

Hal ini dikemukakan Direktur Bina Ketahanan Lansia dan Rentan BKKBN Pusat, Erisman SSi, MSi, saat menghadiri Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga Bersama Mitra Kerja (Komisi IX DPR RI) di Kantor Desa Benggaulu, Dapurang, Kabupaten Pasangkayu, Kamis (22/10/2020).

“Di masa Covid-19 ini, kita dituntut untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya adalah program pembangunan keluarga. Nah, dalam program ini, kita ingin mewujudkan lansia tangguh, yaitu sehat, aktif, produktif, dan mandiri. Tua itu pasti, sejahtera itu pilihan, makanya jangan tua sebelum kaya,” ungkapnya.

Baca Juga  Gubernur Sulbar Ajak Warga Kembangkan Wisata Alam Tanpa Merusak

Dalam kesempatan sama, anggota Komisi IX DPR RI Dapil Sulawesi Barat, Hj Andi Ruskati Ali Baal, berharap agar selalu semangat di masa Covid-19 dan tetap memperhatikan anggota keluarga yang berusia lanjut. Tetap mengindahkan protokol kesehatan dalam setiap aktifitasnya.

“Saya mengharapkan bapak ibu yang hadir tetap memperhatikan protokol kesehatan, baik di dalam rumah, apalagi jika melakukan kegiatan di luar rumah. Bagi keluarga yang memiliki lansia untuk diperhatikan kesehatannya agar kita semua terhindar dari Covid-19. Jangan takut jadi lansia. Lansia harus tetap semangat,” ujarnya.

Baca Juga  Transmigrasi di Sulbar Terdampak Covid-19 Terima Bantuan Beras

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Barat, Nuryamin, STP, MM, mengungkapkan upaya mewujudkan lansia tangguh, dilakukan melalui pendekatan tujuh dimensi lansia tangguh yang prakteknya dilakukan oleh para penyuluh KB dan kader di lapangan.

“Sekarang ini kita senantiasa sosialisasikan tujuh dimensi bagi terwujudnya lansia tangguh, yaitu dimensi spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial kemasyarakatan, professional dan vokasional, serta lingkungan. Peran-peran ini dilaksanakan oleh penyuluh KB dan kader di lapangan dengan mengaktifkan kelompok BKL, bina keluarga lansia,” paparnya.

Baca Juga  Sulbar Tuan Rumah Peringatan Hari Bakti Transmigrasi ke-70

Sasaran kegiatan kemitraan antara BKKBN dan Komisi IX DPR RI adalah keluarga-keluarga yang memiliki ibu hamil atau memiliki bayi umur di bawah dua tahun (baduta), keluarga yang memiliki remaja (penduduk usia 10-24 tahun), keluarga yang memiliki lansia, dan keluarga yang menjalankan usaha kecil ekonomi produktif.

Sosialisasi juga disertai pembagian sembako kepada keluarga yang terdampak ekonomi Covid-19. Demikian liputan Fakta79.net (grup Siberindo.co)

(fa/Fakta79.net)

Komentar

News Feed