Siberindo.Sulbar. Penerapan sistim Work From.Home atau Bekerja dari Rumah di lingkup Pemprov Sulbar,pasca banyaknya terpapar Covid 19 Pegawai Pemprov sepekan terakhir, diminta ditinjau kembali oleh Anggata DPRD Sulbar.
Hatta Kainang,Anggota Komis I DPRD Sulbar mengatakan kebijakan WFH harus ditinjau kembali,mengingat WFH tersebut tidak efektif dan cenderung membuat pegawai Malas.Apalagi seperti di Sulsel yang lebih banyak penderita Covid 19nya mereka tetap bekerja seperti biasa dengan penerapan protokol kesehatan.
” Sistim WFH yang kembali diberlakukan di Pemprov harus ditinjau kembali, karena menurut saya tidak efektif dan terkesan menambah rasa malas bagi pegawai apalagi Sulbar ini masih jauh relatif terkendali Covid 19, dibandingkan Sulsel, Sulsel sendiri sudah tidak memberlakukan WFH,” Ujar Hatta,Selasa(21/7/2020).
Hatta merasakan ketidak efektifan sistim tersebut ketika ada pertemuan penting dengan pihak Pemprov yang digelar secara virtual, yang menurut politisi NasDem ini tidak maksimal.
Krtik lain juga disampaikan politisi Gerindra ,Syahrir Hamdani yang sedari awal sudah tidak sepakat dengan pertemuan virtual.
” Sejak awal kan saya memang tidak sepakat dengan pertemuan sistim virtual sebagai konsekuensi Kebijakan WFH, karena menurut saya ini kontradiksi karena kerap juga aparat pergi berkunjung ke daerah untuk acara tertentu, itu kan pertemuan juga, makanya kalau WFH yah harus konsisten jangan melakukan kunjungan ke daerah,” paparnya.
Sementara itu, Sekertaris DPRD Sulbar H.Wahab HS mengatakan, agenda WFH tidak menghambat agenda acara yang sudah tersusun, khususnya di sekretariat DPRD, kebijakan WFH itu sebagai upaya pemerintah untuk tetap waspada terhadap penyebaran Covid 19.
” Semua agenda yang sudah tersusun, tidak akan terhambat dengan adanya WFH semua berjalan sesuai agenda, kebijakan WFH ini sebagai wujud kewaspadaan pemerintah atas penyebaran Covid 19,bukan karena takut Covid 19,” Pungkas mantan Karo Tapem Sulbar ini.| samad/banniq.id











Komentar