POLMAN- Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar meninjau hasil pengerjaan jalan padat karya bidang infrastruktur Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulbar tahun 2020.
Menariknya, Gubernur Ali Baal, melakukan peninjauan dibonceng menggunakan sepeda motor. Ali Baal menyusuri jalan di pinggir sawah dan berdialog dengan petani setempat di Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, beberapa waktu lalu.
Pada 2020 lalu, Dinas Tenaga Kerja Sulbar melaksanakan beberapa kegiatan untuk perluasan kesempatan melalui padat karya bidang infrastruktur. Kegiatan dimaksud, adalah pengerjaan drainase, jalan tani, jembatan dan talud, tersebar di enam kabupaten dan menyerap 3.500-an tenaga kerja padat karya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Sulbar, Bahtiar mengatakan kegiatan padat karya bidang infrastrukur berlokasi di 178 titik. Biayanya berasal dari dana BTT (bantuan tidak terduga) refocusing penanganan Covid-19 Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulbar.
“Padat karya infrastrukur tahun 2020 sebanyak 178 kegiatan, dan menyerap 3.560 tenaga kerja. Pelaksanaan menggunakan dana BTT hasil refocusing penanangan Covid- 19 Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulbar,” jelas Bahtiar, melalui Kabid P2TK Safri Buntumadika kepada Paceko.com grup Siberindo.co.
Safri merinci sebaran kegiatan dimaksud, yaitu Kabupaten Polewali Mandar 86 titik lokasi yang menyerap 1.700 tenaga kerja, Kabupaten Majene 22 lokasi (540 tenaga kerja), dan Kabupaten Mamasa 22 lokasi dengan 390 tenaga kerja.
Di Kabupaten Mamuju, tersebar di 33 lokasi, (630 tenaga kerja), Kabupaten Mamuju Tengah delapan lokasi (120 tenaga kerja), dan Kabupaten Pasangkayu tujuh lokasi yang menyerap 90 tenaga kerja.
Gubernur Ali Baal Masdar, saat melihat hasil kegiatan padat karya di Polewali Mandar, berharap sarana yang ada akan menunjang kelancaran aktifitas sehari-hari. Karena itulah, sangat penting partisipasi masyarakat untuk memeliharanya, supaya bisa dimanfaatkan dalam waktu lama.
“Saya berharap masyarakat memelihara dengan baik sarana yang ada, supaya bisa lama dimanfaatkan,” ujarnya.
Ali Baal juga meminta warga, untuk merawat sarana irigasi tersebut, agar berfungsi dengan baik mengairi persawahan.
“Terus galakkan gotong royong untuk memelihara sarana yang ada. Selain jalanan, yang sangat penting juga irigasi,” tandasnya, saat berdialog dengan petani. (emd/sur)











Komentar