Mamuju — Dinas Kesehatan Sulbar didukung oleh United Nations Internasional Children (Unicef) Indonesia melakukan sosialisasi pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dengan mengundang anggota (Aliansi Jurnalis Independen) AJI Mandar di salah satu Warkop Mamuju, Sabtu 16 Juli 2022.
dr Evawati, M.Kes, Konsultan Unicef perwakilan Sulawesi Barat mengungkapkan pentingnya menggalakan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) untuk mengejar target bebas Polio, Campak-Rubella di tahun 2026.
“Ini bukan vaksin baru seperti vaksin covid, hampir semua anak di Sulbar sudah mendapatkan vaksin ini,” kata Eva.
“Kami biasanya mendapatkan di Puskesmas orang tua menolak, padahal ini bukan vaksin baru, vaksin ini telah anak-anak dapatkan pada usia 9 bulan, hanya saja di usia 9 tahun hingga 12 tahun diberikan vaksin pelengkap,” tutur Eva yang juga mantan Kepala Dinas Kesehatan Majene.
Pada kesempatan yang sama, dr Hj Indahwati Nursyamsi, M.Kes mengemukakan, sosialisasi pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) belum masif, sehingga masih banyak masyarakat yang belum mengetahui jadwal pelaksanaan imunisasi untuk anak usia sekolah yakni usia 9 tahun hingga 12 tahun.
“Kita bisa meminimalisir efek samping vaksin dengan sarapan pagi dulu. Jadi anak-anak kalau mau divaksin, sarapan pagi dulu, kemudian tidak stres, tidur cukup,” ujar Indah.
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat merilis capaian vaksinasi BIAN pertanggal 15 Juli 2022. Untuk vaksinasi Campak-Rubella menyasar 334.102 telah divaksin 36,6 %, Imunisasi Kejar OPV menyasar 31.215 telah divaksin 4,3%, Imunisasi Kejar IPV menyasar 54.438 telah divaksin 1,9%, dan Imunisasi Kejar DPT-HB-Hib menyasar 31.512 telah divaksin 5,4%.
Dari enam kabupaten di Provinsi Sulbar, Mamuju terendah dalam capaian vaksin Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) ini.
Kegiatan ini dihadiri Ketua AJI Mandar, Rahmat FA dan Koordinator Biro Mamuju AJI Mandar Anhar.
(ahmad)










