oleh

Begini Perjuangan Tim Vaksinator di Polman Jangkau Tiga Desa Terjauh

POLMAN– Belasan warga di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terlihat menggeber motor trail di bawah guyuran hujan deras. Beberapa diantaranya harus jatuh bangun, ketika melintasi jalan pegunungan yang menanjak, becek dan licin.

Walau perjalanan yang dilalui sangat berat, tidak menyurutkan semagat mereka untuk mencapai tujuan. Mereka bahu membahu menaklukkan jalan ekstrim, mengevakuasi sepeda motor melewati sejumlah rintangan.

Belasan warga ini bukanlah rombongan komunitas pecinta motor trail, melainkan Tim Vaksinator dari Puskesmas Tutar bersama Personil Kepolisian Polsek Persiapan Tutar.

Mereka diketahui, dalam perjalanan menuju tiga desa pedalaman terjauh di Kabupaten Polewali Mandar, untuk melakukan pelayanan vaksinasi COVID-19. Ketiga desa dimaksud diantaranya, Desa Ratte, Desa Besoangin Induk dan Desa Besoangin Utara.

Baca Juga  Pemulihan Pascagempa, Askonas Minta Gubernur Prioritaskan Pengusaha Daerah

Dalam beberapa potongan video pendek yang beredar luas di media sosial, terlihat pula anggota tim yang harus menyeberangi sejumlah sungai. Berulang kali tim juga harus bertaruh nyawa, ketika menerobos arus sungai yang sedang meluap.

Karena perjalanan bermotor ini melintasi sejumlah medan berlumpur, membuat sejumlah anggota tim vaksinator bersama polisi yang melakukan pengawalan, harus bermandikan lumpur.

Kapolsek Persiapan Tutar, IPDA Slamet Sutopo mengatakan, perjalanan menuju tiga desa terjauh untuk melaksanakan pelayanan vaksinasi, berlangsung Sabtu-Minggu (13-14/11) lalu. Perjalanan bermotor ini berlangsung hingga malam hari. Melewati medan sejauh 30 kilometer.

“Itu kita berangkat sekira jam tujuh pagi, karena medannya jauh dan inikan termasuk desa terjauh. Yang pertama kita datangi adalah Desa Besoangin Induk, kemudian Desa Ratte lalu Desa Besoangin Utara,”ujar Slamet saat dikonfirmasi wartawan di rumahnya, Kamis (18/11/2021).

Baca Juga  BRI Masuk Daftar Perusahaan Kelas Dunia,Terus Fokus di UMKM

Slamet membeberkan kondisi medan yang dilalui rusak parah, akibat tingginya intensitas hujan. Ia menyebut sejumlah sungai juga harus diseberangi, serta jalur darat yang ekstrim.

“Perjalanan yang kita lewati medannya memang ekstrim, beberapa kali kita seberangi sungai kemudian jalan darat yang juga 80 persen pegunungan. Karena curah hujan tinggi, membuat jalannya berlumpur, hingga membutuhkan perjuangan yang luar biasa,”bebernya.

Menurut Slamet, sesampainya di lokasi, Tim vaksinator hanya beristirahat sejenak. Pasalnya, sudah banyak warga yang menunggu dan terus berdatangan kendati hujan mengguyur/

Baca Juga  Krisis Pendidikan, Sebesar 48,6 Persen Anak Terancam Putus Sekolah

“Jam delapan malam kita sampai. Tim hanya istirahat setengah jam, setelah itu langung melakukan pelayanan vaksinasi, karena antusias masyarakat yang terus berdatangan, meski dalam kondisi hujan,”tuturnya.

Diakui, dalam perjalanan selama dua hari menuju tiga desa terjauh itu, Tim vaksinator berhasil memberikan suntikan vaksin kepada sedikitnya 1448 warga. Masih banyak warga belum menerima vaksin karena waktu terbatas.

“Rencana kami akan kembali ke sana, karena kemarin itu masih banyak warga yang ingin divaksin, sementara vaksin yang kami bawa hanya 1500. Sehingga kami batasi jumlah warga, waktu yang kami agendakan juga mepet,”tutup Slamet. (thaya/red)

Editor: Sulaeman Rahman

Komentar

News Feed