oleh

Aksi Penolakan Omnibus Law di Mamuju Murni Mahasiswa dan OKP

Siberindo, Mamuju – Ketua Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Mamuju Suyuti, menegaskan, aksi demo penolakan omnibus law atas nama Mamuju Bergerak di Kantor DPRD Mamuju beberapa waktu lalu itu murni mahasiswa dari berbagai kampus dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang ada di Mamuju.

Penegasan Suyuti itu untuk menepis isu bahwa aksi Mamuju Bergerak diikuti sejumlah masyarakat yang terprovokasi

“Kurang lebih 200 an massa yang ikut aksi. Tidak ada seorang pun masyarakat umim di dalamnya dan tidak ada ajakan maupun provokasi pada masyarakat terkait penolakan UU Cipta Kerja itu. Semua murni mahasiswa dari berbagai kampus dan OKP-OKP di Mamuju,” ungkapnya, Minggu (18/10/2020).

Dalam aksi beberapa waktu lalu, Suyuti juga mengaku massa tidak melakukan tindakan anarki. Sebab sudah ada kesepakatan untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan.

Baca Juga  Andi Ruskati Berharap Angka Stunting di Sulawesi Barat Tidak Meningkat

“Kecuali soal kesehatan, harus diakui sulit mengontrol massa sebanyak itu. Meski kami tetap upayakan untuk menaatinya. Seperti jaga jarak dan pakai masker. Kondisi lapangan tidak bisa dipungkiri bahwa jaga jarak misalnya pasti ada yg melanggar. Begitupula dengan masker,” akunya.

Diungkapkan, sebelum melakukan aksi atau kegiatan apapun selalu sampaikan agar mematuhi protap covid 19.

Baca Juga  Dua Gelombang Massa Mendemo DPRD Sulbar, Tolak UU Cipta Kerja

“Alhamdulillah sampai saat ini belum ada yang bergejala dan tidak ada yang melakukan karantina mandiri. Aktifitas berjalan seperti biasa,” imbuhnya.

Suyuti menilai, aksi itu adalah cara efektif dalam bersikap atas situasi sosial.

(*)

Komentar

News Feed