MAMUJU– Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Idris DP, membuka secara resmi Training Apoteker Tanggap Bencana (ATB), di Aula Gedung UPTD Dinas Pertanian Sulbar, Lombang-Lombang, Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sabtu (10/04/202).
Idris menuturkan, tangguh bencana ada pada level kemandirian masyarakat, bukan hebatnya pemerintah untuk menangani. Oleh karena itu dibutuhkan pendidikan mengenai kebencanaan.
“Bagaimana para apoteker itu memahami lebih jauh aspek kebencanaan dan sesudah itu mendesiminasi menggunakan pengetahuannya untuk kebutuhan masyarakat kita,”kata Idris
Kegiatan yang diselenggarakan Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Sulbar tersebut bertema “Apoteker Siap Membantu Masyarakat”.
Dalam sambutannya, Idris, menyampaikan apresiasi atas nama Pemprov Sulbar atas inisiasi para Apoteker Indonesia Sulbar menyelenggarakan pelatihan.
“Keberadaan kita disini untuk memberikan koreksi terstruktur terhadap kesiapan SDM di setiap kebencanaan,” ucap Idris
Olehnya itu, Idris menegaskan, tidak boleh berhenti dan semangat terus untuk menjadikan Apoteker sebagai garda terdepan penanggulangan, pencegahan bahkan penanganan bencana.
“Hal itu menjadi sangat penting untuk dihasilkan bersama di Sulbar,”tandasnya
Lebih lanjut Idris menyampaikan, dalam indeks risiko bencana yang dikeluarkan oleh BNPB, Sulbar adalah termasuk daerah rawan bencana.
“Dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia, Sulbar masuk urutan kedua rawan bencana dan juga salah satu kabupaten dari 528 kabupaten/kota di Indonesia, Majene masuk urutan kedua di Indonesia dari indeks risiko bencana,”ungkap Idris
Menurut Idris, indeks risiko bencana disusun oleh empat elemen. Pertama, rata-rata masyarakatnya itu tidak peduli mengenai kebencanaan. Kedua, ketersediaan pemerintah pada level profesional penanganannya tergolong rawan tidak memiliki ketanggapan yang bagus. Ketiga, yang membentuk indeks itu tinggi adalah gabungan antara ketidaktersediaan SDM dengan infrastruktur penyelamatan, misalnya kampung-kampung kecil itu harusnya ada satu kelurahan mekanisme penyelamatan, dan yang paling membentuk indeks agak rendah adalah alokasi pembiayaan,”ungkapnya. (rls/sur)











Komentar