oleh

Empat Hari Terisolir Longsor, Warga Mamasa Krisis Pangan

MAMASABanjir bandang dan tanah longsor mengakibatkan ratusan warga pada tiga dusun di Desa Rippung, Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, mengalami krisis pangan.

Sudah empat hari warga kesulitan mendapat bahan makanan, lantaran kampung mereka terisolir. Puluhan titik longsor memutus akses jalan.

“Longsoran ada banyak, tidak ada akses jalan lain, kendaraan tidak bisa keluar, kita harus jauh berjalan kaki,” kata seorang warga, Ika kepada wartawan, Senin siang (12/10/2020).

Untuk menyiasati masalah ini, warga terdampak longsor terpaksa memanfaatkan tanaman ubi kayu (singkong) untuk dikomsumsi, menggantikan persediaan beras yang mulai menipis.

Baca Juga  Gerakan Sejuta Masker Dikampanyekan Poltekkes Mamuju dan PKK Mamasa

Warga mengaku tidak punya pilihan lain untuk mengisi perut kosong dari rasa lapar, lantaran kondisi kampung yang masih terisolir.

“Karena beras kurang, sejak longsor terjadi, rata-rata warga di sini memanfaatkan tanaman ubi kayu untuk dikomsumsi. Itupun sudah terbatas, karena ubi sedikit, kita harus bagi dengan warga lainnya,” kata warga lainnya Selvi, yang di rumahnya.

Selvi mengaku, bencana Banjir dan tanah longsor mengakibatkan warga di daerah ini semakin menderita. Dia berharap segera mendapat bantuan dari pemerintah.

Baca Juga  Warga Positif Corona Meninggal, Pemakaman Tidak Sesuai Protokol Covid-19

“Sangat banyak kesulitan, khususnya kebutuhan sehari-hari. Apalagi sawah terendam banjir, kebun juga demikian,” ungkapnya.

Terkait kondisi warganya, Wakil Bupati Mamasa Martinus Tiranda telah memerintahkan Dinas Sosial Kabupaten Mamasa, untuk mengirimkan bantuan.

“Kadis Sosial sudah lakukan pendataan, mudah-mudahan sebentar sore, paling lambat besok bantuan sudah masuk,” imbuh Martinus.

Diakui Martinus, pihaknya telah melakukan langkah penanganan awal, untuk membantu warga.

“Saat ini, yang kita lakukan penanganan darurat, berupa pembersihan longsoran sambil melakukan pendataan, areal persawahan yang terdampak Banjir dan juga pendataan jumlah kepala keluarga yang terdampak bencana ini,” terang Martinus ketika memantau lokasi bencana bersama pejabat Pemkab Mamasa lainnya.

Baca Juga  Mentan SYL Bersama Gubernur Sulbar Panen Kedelai di Polman

Bencana Banjir dan tanah longsor yang terjadi Kamis (08/10) lalu, tidak hanya melumpuhkan akses jalan tiga dusun, yakni Dusun Malluaya,Rattedonan dan Talmin, tetapi juga mengakibatkan puluhan hektar areal persawahan warga hancur, akibat terjangan Banjir bercampur material lumpur.

Berdasarkan pantauan, tanah longsor turut menumbangkan sejumlah tiang listrik, hingga memutus aliran listrik pada tiga dusun yang terisolir tersebut. (Thaya / Paceko.com)

Komentar

News Feed