MAJENE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene mengharapkan agar Pemkab Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan yang menghasilkan rumput laut dapat juga diterapkan di Majene.
“Kondisi geografis Majene mirip dengan Bantaeng. Karena itu, untuk dapat diwujudkan di Majene, kami harap diberikan wejangan dan pelajaran secara teknis tentang pengelolaan rumput laut,” harap Bupati Majene Lukman saat Studi Banding Peningkatan Kapasitas “Badan Keswadayaan Masyarakat” (BKM) ditingkat desa kelurahan dalam pelaksanaan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kabupaten Bantaeng, Senin (15/03/21).
Lukman mengharapkan, kepada Bapeda Majene agar memprogramkan budidaya rumput laut pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) untuk 2022. “Pengembangan budidaya rumput laut sudah pernah dicoba di Majene, namun belum membuahkan hasil, dan yang menjadi tolak ukur kita adalah karena Bantaeng berhasil mengembangkan rumput laut,” ujarnya.
Bupati Majene mengucapkan, dengan senang hati menunggu kunjungan balik Pemkab Bantaeng untuk berkunjung ke Majene. Ia mengaku, baru pertama melakukan kunjungan ke Kabupaten lainnya dengan pengawalan Patwal mulai dari perbatasan sampai ke tempat menginap hingga tiba di Kantor Bupati Bantaeng dengan pelayanan yang sangat maksimal.
“Semoga apa yang kita dapatkan di Bantaeng dapat terwujud di Majene, karena kami bersama rombongan datang ke Bantaeng didasari dengan niat yang sungguh, demi membuat Majene seperti Bantaeng, sehingga kedatangan kami tidak sia sia adanya,” papar Lukman.
Pantauan, kegiatan Studi banding Pemkab Majene diterima Bupati Bantaeng Dr. H. Ilhamsyah Azikin didampingi Sekda Bantaeng Abdul Wahab, Asisten III Setda Bantaeng beserta para Pimpinan Perangkat Daerah serta dan BKM Kabupaten Bantaeng, di tuang Pola Kantor Bupati Bantaeng.
“Selaku Pemkab Bantaeng saya menyampaiakn penghargaan dan terima kasih kepala Pemkab Majene atas kedatangannya di Bantaeng,” ucap Bupati Bantaeng.
Dikatakan, setiap kabupaten tentu memilki sesuatu yang dapat dipelajari. “Kami juga ingin dapatkan masukan dari Pemkab Majene dalam hal pengelolaan pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Antara Majene dan Bantaeng sama-sama merupakan Afdeling dan mempunyai kesamaan geografis,” tuturnya.
Terkait program Kotaku yang menjadi bagian dari RPJMD Bantaeng 2014-2023, Ilhamsyah menguraikan, sejak 2014 telah menyelesaikan 31,22 hektar yang konsentrasinya pada kawasan kecamatan dalam kota Bantaeng. “Sampai pada 2023 kembali kami targetkan agar menyelesaikan yang tersisa, yakni 14,83 hektar,” akunya.
Ia menjelaskan, peranan BKM di Bantaeng sangat mengakselarasi, Pemerintah hanya merupakan pendampingan. “Harapan semua ini, pasti Kabupaten Majene juga punya akselerasi dalam hal penaganan kawasan kumuh, saatnya kita disini saling sharing,” pintanya.
Ilhamsyah menambahkan, yerkait pusat Pelayanan Teknis Terpadu yang melibatkan 10 OPD dalam hal penanganan stunting dan telah mendapat apreseasi dari Pemerintah Pusat. “Dari 10 OPD yang akan mengeroyok stunting, dan disini ada kolaborasi dengan teman teman yang ada di Kotaku Kabupaten Bantaeng untuk mendeteksi peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” pungkasnya.











Komentar