POLMAN– Proses perbaikan jembatan gantung yang menjadi akses utama menuju Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat yang rusak akibat diterjang Banjir beberapa hari lalu mulai dilakukan. Perbaikan jembatan merupakan inisiatif warga secara swadaya.
“Sekarang kami gotong royong, supaya ini jembatan bisa segera terselesaikan. Karena jika kita menunggu bantuan pemerintah, ini akan menjadi suatu kendala dan menyebabkan keterlambatan,” ujar salah satu warga, Johan kepada wartawan, Senin siang (15/11/2021).
“Sehingga kami mengambil kesimpulan, lebih bagus dan lebih cepat kalau kita turun, menyelesaikan apa yang bisa diselesaikan,” sambungnya.
Menurut Johan, jembatan gantung sepanjang 63 meter ini harus segera diperbaiki, karena memiliki fungsi vital bagi warga setempat.
“Sehingga kami beranggapan, jembatan harus segera diperbaiki, karena ini merupakan akses utama kami, khusus ke kota dan desa. Jika kami menunggu bantuan dari pemerintah, itu bisa terlambat,” tuturnya.
Apalagi, rusaknya jembatan turut menghambat pasokan bahan makanan dari kota ke perkampungan.
“Ini menjadi buah pikiran bagi kami, bahwa kalau ini tidak segera diselesaikan, akan menjadi kendala besar,”pungkas Johan.
Terkait masalah ini, pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Polewali Mandar, Husain Ismail mengaku telah memerintahkan anggotanya, untuk memantau kondisi jembatan.
“Kemarin waktu saya dapat berita, saya sudah sampaikan kepada kabid bina marga, untuk meninjau kesana. Kalau PU, semua yang berkaitan dengan infrastruktur siap mensupport,” ujar Husain terpisah.
Berdasarkan pantauan wartawan, proses perbaikan jembatan dilakukan warga menggunakan bahan seadanya, seperti bambu dan kayu. Kendati tanpa memakai alat keselamatan, berulang kali warga terlihat nekat meniti tali baja jembatan yang terhubung pada kedua sisi sungai, sambil memikul kayu dan bambu.
Jembatan gantung rusak diterjang Banjir luapan sungai Masunni, pada Jumat malam (12/11) lalu. Sungai Masunni meluap, setelah daerah ini diguyur hujan sepanjang hari. Terjangan banjir, mengakibatkan sebahagian lantai jembatan terlepas hingga tidak dapat lagi dilalui. (thaya/red)
Editor: Sulaeman Rahman











Komentar