oleh

26 Rumah di Polman Terdampak Puting Beliung, Bupati Serahkan Bantuan Darurat

POLMAN– Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar, turun langsung memantau kondisi pemukiman warganya yang diterjang angin puting beliung. Dari 26 rumah yang rusak terdampak angin, Bupati memastikan lima rumah diantaranya rusak parah.

“Kalau yang terdampak 26 (rumah) yang parah sekali itu lima,“ ungkap Andi Ibrahim kepada wartawan, usai melakukan pemantauan di lokasi bencana angin puting beliung, Jumat (15/10/2021).

Menurut Andi Ibrahim, pihaknya telah menyiapkan sejumlah bantuan untuk seluruh warga yang rumahnya terdampak bencana.

“Mana yang rusak berat, mana yang rusak ringan, mana yang terdampak, Insya allah kita sudah siapkan semua bantuannya,“ bebernya.

Diakui, bantuan yang diserahkan pada hari ini bersifat sementara, sembari menunggu proses penyaluran bantuan berikutnya dari pemerintah.

Baca Juga  Tingkatkan Pelayanan Perempuan dan Anak, Andi Ruskati dan Bupati Mamuju Lounching Alur Pelayanan dari Desa hingga ke Provinsi

“Hari ini yang darurat saja kita bawa, seperti selimut, pakaian bayi, termasuk terpal karena ini banyak sekali rumah yang atapnya terbang. Jadi kita berikan tenda untuk sementara menutupi, sambil menunggu pencairan berikutnya dari pemda,” tandas Andi Ibrahim.

Selain menyerahkan bantuan, pada kesempatan tersebut, bupati Andi Ibrahim juga menyempatkan berdialog dengan warga yang rumahnya terdampak angin, sembari menyemangati mereka agar sabar dan tabah menghadapi cobaan.

Terjangan angin putting beliung yang merusak sedikitnya 26 rumah warga ini, terjadi di Desa Buku, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis petang kemarin (14/10), sekira pukul 17.30 wita.

Angin puting beliung yang disertai guyuran hujan deras, membuat atap rumah warga terlepas dan beterbangan sejauh puluhan meter. Beberapa dinding rumah juga terjatuh, lantaran tak kuat menahan tiupan angin.

Baca Juga  Regulasi dan Pemahaman yang Masih Rendah Terhadap UU Nomor 40 Tahun 1999, Menjadi Penghambat Kebebasan Pers

Salah satu rumah diantaranya sempat terangkat, dan bergeser sejauh satu meter dari tempatnya semula.

Pemilik rumah bernama Arnida mengaku sempat panik dan ketakutan. Apalagi terjangan angin putting beliung yang disertai suara gemuruh, membuat rumah Arnida bergoyang layaknya sedang gempa bumi.

“Waktu kejadian lagi di kamar sama anak, tiba-tiba ada angin. Saya kira gempa karena goyang sekali rumah,“ tutur Arnida terpisah.

Arnida mengaku sempat kebingungan, lantaran kesulitan turun dari rumah panggung miliknya, lantaran tangganya terlepas ditiup angina.

“Mau lari keluar, hilang tanggaku, untung ada ipar yang datang dan langsung melompat ke atas rumah untuk menenangkan. Rumahku terangkat, saya tidak rasa karena saya kira gempa. Seandainya ada susulan (angin), saya berfikir akan mati, karena tidak bisa lari,“ pungkas ibu dua anak ini.

Baca Juga  Tiga Orang Tewas Akibat Kebakaran Sebuah Rumah di Polman

Sejauh ini, tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa bencana alam ini. Kerugian yang ditimbulkan ditaksir mencapai seratus juta rupiah.

Warga setempat dibantu petugas terkait diantaranya TNI-Polri, BPBD, Dinsos, Kesehatan, pemerintah Kecamatan dan petugas terkait lainnya, telah berada di lokasi, bahu membahu melakukan pembenahan rumah yang rusak diterjang angin puting beliung. Termasuk mengumpulkan atap rumah yang terbawa angin sejauh puluhan meter. (thaya/red)

Editor: Sulaeman Rahman

Komentar

News Feed