oleh

Majene Sentra Pengembangan Ternak Kambing

MAJENE – Pengembangan usaha ternak kambing cukup tinggi. Secara sosial ekonomi kepemilikan ternak kambing dapat memberikan arti tersendiri bagi peternak, tentu mengetahui prospek pengembangan usaha ternak kambing dan memacu peningkatan ekonomi peternak.

Selain untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak, juga dapat meningkatkan populasi ternak kambing. Secara tidak langusng kebutuhan konsumen akan daging, pasar domestik maupun pasar ekspor dapat terpenuhi.

Peningkatan skala usaha ternak kambing bukan lagi sebagai usaha sampingan. Prospek kedepan sektor peternakan memiliki peran yang sangat strategis, dalam upaya untuk kecukupan pangan, menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan peternak.

Tujuan inilah, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Majene menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penyelenggaraan Reforma Agraria melalui Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Majene dengan tema Pengembangan Peternakan Kambing Yang Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan, di Aula Hotel Villa Bogor Leppe, Selasa (15/06/2021).

Baca Juga  Pengungsi Sudah Bisa Pulang ke Rumah

Kepala Kantor BPN Majene Andi Mappangile, A. Ptnh dalam laporannya, kegiatan yang diselenggarakan untuk memberi bimbingan teknis Sumber Daya Manusia (SDM) kepada para stakeholder yang tergabung dalam tim GTRA maupun tim pelaksana harian GTRA.

“Kita harapkan agar kegiatan ini dapat memberi gambaran tentang berbagai macam metode dalam melaksanakan penataan akses pada lokasi pilot projek kampung Reforma Agraria, khususnya dalam bidang peternakan kambing dan produk olahan kelapa dan turunannya,” paparnya.

Diungkapkan, kegiatan rakor terdapat empat materi yang membahas tentang permasalahan pengembangan peternakan berada di Kelurahan Galung yang merupakan pilot projek kampung Reforma Agraria.

“Dari empat materi ini, yakni pemanfaatan pakan non hijauan sebagai solusi pada musim kemarau, pemanfaatan limbah peternakan kambing menjadi produk bernilai rupiah, strategi pemasaran produk UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) bidang peternakan dan fasilitasi akses permodalan UMKM bidang peternakan,” terang Mappangile juga Ketua Pelaksana Harian GTRA Majene itu.

Baca Juga  Terpidana Teroris Ini Hirup Udara Bebas Setelah 6 Tahun Mendekam di Lapas Polewali

Sebelum membuka Rakor, Bupati Majene Lukman juga selaku Ketua Tim GTRA Majene mengucap apresiasi melalui kegiatan yang diselenggarakan pihak BPN Majene. “Alangkah lebih bagus bila rakor hari ini menghadirkan para kelompok tani,” ujar Lukman.

Dikatakan, BPN Majene telah melakukan reformasi dan restorasi, yang selama ini BPN hanya mengurus tanah namun juga mulai membuat inovasi yang cukup menarik. “Ini sangat baik dilakukan, rupanya kita semua digiring untuk mengarah kepada masalah lahan dan pakan ternak yang lebih dominan. Kita terlibat dalam tim gugus untuk berfikir lebih jauh ke depan tentang bagaimana membuat semua lahan yang ada di Majene bersertipikat dan ini akan membuat PAD Majene akan meningkat,” pintanya.

Baca Juga  Gubernur Serahkan Satyalancana Kepada ASN Kemenag Sulbar

Ia mengajak, untuk mendukung reforma agraria sesuai tugas dan bidangnya. “Ada materi yang sangat menarik diikuti, yaitu bagaimana mengatasi pakan ternak kambing di musim kemarau, inilah yang membuat saya harus bertahan untuk mengikuti materi, karena saya juga berprofesi sebagai peternak kambing. Dan saya berkeyakinan bahwa reforma agraria akan sukses di Majene kedepannya, melalui inovasi dan reformasi diberbagai aspek yang telah dilakukan,” pungkasnya.

Hadir dalam rakor, Pemateri dari Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan Provinsi Sulbar Ikbal Mustaman, Kadis Koperindag, Kadis PM PTSP, Kadis LHK, Kadis Perkimtan, Kadis Nakertrans, Kadis Pertanian Majene, Kabag Tapem, para Lurah dan undangan lainnya. (***)

Komentar

News Feed