oleh

Ditinggal Ayah, Bocah Kakak Beradik Ditemukan Terlantar di Polman 

POLMAN– Sepasang bocah kakak beradik ditemukan warga di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terlantar di pinggir jalan dengan kondisi memprihatinkan. Keduanya sempat terlihat menyusuri jalan bersama pria dewasa, diduga ayahnya. Oleh warga, kedua bocah malang langsung diserahkan kepada polisi.

Penemuan bocah kakak beradik yang sempat mengundang perhatian warga ini, terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Sepabatu, Kecamatan Tinambung, Kamis subuh, sekira pukul 05.00 wita.

“Ditemukan warga di Sepabatu menjelang sholat subuh, Ini anak ditinggal sama bapaknya, jadi dia dibawa ke Polsek,“ kata salah satu warga, Rahmat saat dikonfirmasi wartawan di Mapolsek Tinambung, Kamis siang (14/10/2021).

Baca Juga  Kick Off HKSN 2024 Dimulai di Desa Talaga: Kolaborasi Mensos Saifullah Yusuf, Mendes Yandri, dan SMSI Pusat

Menurut Rustam, warga setempat sempat berupaya mengejar pria yang diduga ayah kedua bocah malang ini. Namun pengejaran dihentikan, karena warga melihat pria tersebut menunjukkan gelagat aneh.

“Setelah itu kita cari bapaknya, tapi dia pura-pura pingsan. Yang mencari juga takut, karena jangan sampai dikira dia membunuh orang, apalagi subuh, masih sepi,“ ungkapnya.

Beruntung, setelah dilakukan penyelidikan, polisi bersama warga berhasil mendapat identitas kedua bocah malang ini dan asal usulnya.

Kedua bocah yang diketahui berinisial SY (7) dan AR (3), berasal dari Kecamatan Tappalang, Kabupaten Mamuju. Sejak beberapa malam terakhir keduanya berada di rumah salah satu kerabat di Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar bersama ayahnya.

Baca Juga  Kapolda Pantau TPS Mulai dari Selatan Hingga Utara Wilayah Sulbar

Keluarga sempat mendapati kedua bocah malang ini bersama ayahnya sedang menunggu mobil di pinggir jalan, lantaran hendak kembali pulang ke kampung halamannya, Rabu malam (13/10).

“Tadi malam dia mau pulang sekitar jam 10 malam, ditemukan keluarga pas di lampu merah. Keluarga sempat menawarkan diri untuk menemani menunggu mobil namun ditolak,” ungkap kerabat bocah, Rafli.

Rafli mengaku heran, mengapa kedua ponakannya tersebut justru ditemukan warga terlantar di pinggir jalan tanpa didampingi ayahnya. Kendati begitu Rafli mengaku, ayah kedua bocah malang ini menderita gangguan kejiwaan.

Baca Juga  Masuki Triwulan III Serapan Anggaran Rendah, Gubernur Geram Banyak OPD Keluar Daerah

“Kalau dari tempat keluarga dengan lokasinya ditemukan jaraknya sekira tujuh kilometer. Kalau bapaknya saya tidak tahu di mana keberadaannya saat ini, karena kondisinya kurang sehat,“ tandas Rafli.

Untuk kepentingan lebih lanjut, polisi menyerahkan kedua bocah malang ini kepada keluarganya. Sang adik AR tampak ketakutan dan terus menangis ketika digendong pamannya, untuk dibawa pulang ke rumah kerabatnya. (thaya/red)

Editor: Sulaeman Rahman

Komentar

News Feed