oleh

Tuntut Penyesuaian Tarif, Sopir Angkot di Polman Mogok Paksa Penumpang Turun

POLMAN– Puluhan sopir angkutan umum di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menggelar aksi mogok. Mereka merazia angkot yang masih beroperasi dan memaksa para penumpang turun dari mobil.

Berdasarkan pantauan wartawan, aksi ini berlangsung di Jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Wonomulyo.

Para sopir yang ikut dalam aksi ini, sengaja memarkirkan mobilnya di sisi Jalan Trans Sulawesi. Seluruh pintu mobil juga ditutup, sebagai tanda bahwa mereka tidak menerima penumpang.
Aksi para sopir ini sempat membuat penumpang kebingungan, apalagi mereka yang diturunkan di tengah jalan.

Baca Juga  Momen Hari Pahlawan, Pemkab Majene Terus Berjuang Cegah Covid-19

Koordinator aksi Kosiman mengungkapkan, aksi mendesak pemerintah melakukan penyesuaian tarif baru angkutan umum untuk semua jurusan. Menurutnya, sudah bertahun-tahun, tarif angkutan di daerah ini tidak mengalami kenaikan.

“Tuntutan itu masalah tarif kepada pemerintah, karena selama ini kepedulian pemerintah tidak ada. Dua dekade ini tidak ada perbaikan tarif,” ungkap Kosiman kepada wartawan, Rabu siang (13/10/2021).

Baca Juga  Gubernur Sulbar Terima Penghargaan Public Leader Award

Menurut Kosiman, pihaknya telah pernah mengajukan rancangan penyesuaian tarif baru kepada pemerintah. Rancangan tarif baru itu juga telah disosialisasikan kepada warga, namun ditantang sejumlah pihak.

“Kami sudah ajukan perbaikan tarif, begitu dipasang di kendaraan diprotes, yang protes itu ASN (Aparatur Sipil Negara),“ ungkapnya kesal.

Diakui Kosiman, penyesuaian tarif baru ini penting untuk segera dilakukan. Apalagi dalam beberapa pekan terakhir, para sopir di daerah ini juga harus mengeluarkan biaya lebih untuk mendapatkan bahan bakar yang semakin langka.

Baca Juga  Rayakan HUT Kemerdekaan, SPA Polman Bentangkan Bendera 76 Meter di Laut

“Apalagi sekarang bahan bakar semakin langka. Dulu katanya tidak akan langka jika kami pakai pertalite, sekarang malang langka, jadi kami harus pakai pertamax. Bisa dikalkulasi berapa biaya yang harus kami keluarkan,” pungkasnya.

Rencananya, aksi mogok para sopir ini akan terus digelar, jika tuntutannya tidak mendapat perhatian pemerintah. (thaya/red)

Editor: Sulaeman Rahman

Komentar

News Feed