oleh

Pemprov Diminta Libatkan Masyarakat dalam Proses Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascagempa

MAMUJU- Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, diminta melibatkan masyarakat dalam kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi, pascagempa berkekuatan 6,2 magnitudo yang mengguncang daerah ini, Jumat (15/01) lalu.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Sulbar, Usman Suhuriah. Menurutnya, pelibatan masyarakat dalam pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi, bertujuan mendorong efek lanjut, karena warga yang terdampak langsung dengan sendirinya akan menerima dampak ekonomi.

“Selanjutnya, dengan melibatkan warga dalam kerja rekonstruksi akan mendapatkan dampak lain, masyarakat yang bekerja untuk kebutuhan rehabilitasi tentu akan mengutamakan kwalitas pekerjaan, selain lebih efektif dibandingkan dengan mendatangkan pekerja dari luar,“ kata Usman melalui pesan singkat kepada Paceko.com grup Siberindo.co, Sabtu (13/02/2021).

Baca Juga  Pemkab Pasangkayu Hadiri Rakor dengan Rektor Unsulbar Terkait Pembentukan Fakultas Kedokteran

“Oleh karena itu, pemerintah daerah harus konsisten mempertimbangkan pelibatan warga setempat. Pekerjaan kontruksi yang tidak terlalu memerlukan teknologi dan membutuhkan tenaga ahli, maka pemerintah daerah perlu memikirkan untuk menggunakan pola swakelola atau padat karya,“ sambung Usman.

Menurut Usman, pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi menjadi kewajiban pemerintah untuk dilaksanakan secepatnya, sebagaimana diatur dalam ketentuan kebencanaan yang berlaku secara nasional.

Baca Juga  Jelang HUT Kodam Hasanuddin, Kodim Polman dan Mamasa Donor Darah

“Dengan demikian dalam prosesnya, pekerjaannya, dan bahkan evaluasianya adalah sedapat mungkin dijalankan berdasarkan strategi yang telah ditentukan. Hal yang ditentukan tersebut di antaranya adalah dengan melibatkan masyarakat,“ ujar politisi Partai Golkar ini.

Lebih lanjut ia juga menyebut, ketentuan tersebut diatur secara tegas dalam pedoman pelaksanaan rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana, oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Lewat penegaskaan tersebut, maka pelibatan masyarakat setempat dalam pelaksanaan rekonstruksi dan rehabilitasi menjadi mutlak adanya,“ tutup Usman.

Baca Juga  Program Siswa Kembali Bersekolah, Pemprov Sulbar Matangkan Persiapan

Seperti diketahui, gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju, tidak hanya merenggut banyak korban jiwa hingga membuat banyak warga kehilangan tempat tinggal, tetapi juga mengakibatkan masalah ekonomi lantaran tidak sedikit warga yang kehilangan pekerjaan.

Kegiatan rehabilitasi dan rekontruksi paska gempa Sulbar yang segera akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah perlu mendapatkan perhatian bersama. Hal tersebut terkait dengan timeline pelaksanaannya, lokasi pelaksanaan, wilayah yang akan disasar serta strategi yang akan digunakan. (red)

Abdy Febriady
081355288014

Komentar

News Feed