oleh

Luput Pengobatan Medis Karena Kemiskinan, Dua Tahun Arding Terbaring Lemah 

Luput Pengobatan Medis Karena Kemiskinan, Dua Tahun Arding Terbaring Lemah

Laporan: Thaya – Paceko.com (Grup Siberindo.co)

MALANG nasib Arding (19), pemuda asal Desa Daala Timur, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Sudah dua tahun lamanya, bungsu dari dua bersaudara pasangan Andacang dan Masra, ini hanya dapat terbaring lemah di rumahnya, karena menderita penyakit aneh.

Belitan kemiskinan, membuat penyakit yang diderita Arding belum mendapat pengobatan medis.

Saat wartawan Paceko.com berkunjung ke rumahnya, Arding tampak terbaring di lantai papan, hanya beralaskan kasur tipis. Tubuhnya terlihat lemah dan kurus, dengan perut yang membuncit. Berulang kali dia berupaya menahan rasa sakit, agar dapat bangun.

Baca Juga  Ucapan Duka Atas Wafatnya Putri Bungsu Ulama Besar Imam Lapeo

“Dulu pernah diperiksakan ke Puskesmas Bulo, mau dirujuk ke Rumah Sakit Polewali, karena tidak ada biaya, akhirnya urung dilakukan,” kata Arding, Jumat (06/11/2020) lalu.

Menurut Arding, penyakit yang dideritanya muncul setelah setahun lebih di kampung, sepulang merantau dari Malaysia bersama sang ayah.

“Waktu itu saya pulang karena kakak mau menikah, tidak lama di sini tiba-tiba sakit,” ungkapnya sembari menarik nafas panjang.

Kondisi yang dialaminya berawal rasa sakit dan haus serta panas di seluruh tubuh yang terjadi sepanjang hari. “Karena rasa haus dan panas itu, membuat saya harus minum terus sepanjang hari,” tutur Arding lemah.

Baca Juga  Gadis Pengumpul Buah Kapuk, Bertahan di Tengah Wabah

Seiring berjalannya waktu, membuat kondisi tubuh Arding semakin lemah, hingga seperti sekarang ini.

Aktifitas seperti mandi dan buang kotoran, terpaksa dilakukan dari atas rumah, dengan bantuan kedua orang tua yang sudah renta.

“Semuanya harus dibantu, tidak bisa sendiri, biar mandi dan buang kotoran,” kata sang ibu Masra yang setia mendampingi.

Masra mengaku telah berupaya melakukan berbagai macam cara agar Arding bisa sembuh. Sejumlah orang pintar yang diketahui memiliki kemampuan untuk melakukan pengobatan juga telah didatangkan, namun hasilnya tetap sama.

Baca Juga  Ini Harapan Nurnazila H Kalammor di Hari Sumpah Pemuda

“Sudah banyak dukun yang kita datangkan, sedikit uang yang tersimpan juga sudah habis. Namun kondisinya masih tetap sama,” terangnya.

Sebenarnya Arding telah terdaftar sebagai penerima manfaat Kartu Indonesia Sehat (KIS). Namun, jika harus menjalani perawatan di rumah sakit, dia dan keluarganya mengaku terkendala biaya sehari-hari.

“Mau bagaimana pak, jangankan untuk biaya selama di rumah sakit, penghasilan suami saya sebagai petani, terkadang tidak cukup untuk biaya hari-hari,” pungkas Masrah.

Untuk itu Arding sangat mengharapkan bantuan dari dermawan dan perhatian pemerintah, agar bisa segera sembuh dari penyakit yang dideritanya. (***)

Komentar

News Feed