SULBAR.SIBERINDO.CO – Langkah sigap Haji Arsal Aras berbicara di depan insan Pers di Tobadak, Mamuju Tengah, adalah pilihan tepat nan bijak seorang kepala daerah merespon geliat media memotret pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Satelit Tobadak.
Pembangunan dan renovasi besar RSUD Kabupaten Mamuju Tengah dengan sokongan dana APBN 2026 sebesar Rp143 miliar — salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) klaster Indonesia timur — tentu layak jadi atensi publik.
Proyek pembangunan rumah sakit besar di kabupaten dengan populasi 145 ribu jiwa ini tentu bakal jadi kebanggaan masyarakat 5 kecamatan di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Bangga sebab pelayanan kesehatan secara maksimal sudah bisa dilakukan di daerah sendiri tanpa harus dirujuk ke Mamuju dan ke Makassar, Sulsel.
Media publik profesional sebagai mata dan telinga Rakyat di Mamuju Tengah paham benar substansi kehadiran sebuah sarana pelayanan publik paling dasar di daerah Lalla Tassisara ini.
Ketika progres konstruksinya tak diketahui publik, dan apalagi kalau ada kesan pihak-pihak terkait dalam lingkungan rumah sakit, tertutup untuk akses kru media, ini yang jadi soal dan ini tentu bukan harapan kita bersama.
Bupati Mamuju Tengah Haji Arsal Aras tentu welcome manakala produk dan capaian perjuangannya di Jakarta hingga proyek PSN ini terwujud di daerah yang dipimpinnya diketahui publik secara luas.
Kamis, 10 September 2026, sekitar pukul 20.30 wita, Bupati Arsal mengajak Steven Pratama (Tim Ahli Kedeputian IV Staf Kepresidenan) dan Agus Suryono (Project Manager PT PP (Persero Tbk) untuk berbicara dengan insan Pers di Mamuju Tengah.
Secara psikologis dan gestur bicara di depan media, terang benar jumpa pers ini mendadak, sebagai respon dari protes media terhadap pelayanan internal pengelola proyek yang sebelumnya terkesan tertutup bahkan abai dengan kehadiran media.
Sulit dinalar manakala mesti Menteri Kesehatan di Jakarta yang diwawancarai terkait progres pembangunan rumah sakit di Mamuju Tengah, sementara otoritas pengelola ada di daerah: baik di sisi konstruksi maupun hal-hal tekhnis dan administratif progres proyek.
Pembangunan RSUD Satelit Tipe C yang berdiri di kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Tobadak bukanlah pekerjaan konstruksi biasa. Proyek tersebut merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win, sebuah agenda prioritas pemerintah pusat di bidang kesehatan.
Karena itu, perkembangan pembangunannya memiliki dimensi kepentingan publik yang kuat.
Masyarakat berhak mengetahui bagaimana proyek tersebut berjalan, berapa capaian fisiknya, bagaimana target penyelesaiannya, serta kapan fasilitas kesehatan itu diproyeksikan dapat dimanfaatkan untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat Mamuju Tengah.
Kunjungan staf ahli presiden ingin melihat progres pembangunan rumah sakit di Mamuju Tengah, “Kalau rumah sakit ini jadi, bukan hanya soal bangunan fisik rumah sakit, tapi lebih membawa kemanfaatan untuk masyarakat Kabupaten Mamuju Tengah,” kata Steven Pratama di Tobadak, Kamis, 10 September 2026.
Progres pembangunan rumah sakit belum dinilai berapa persen, yang pasti tim ini menargetkan 31 Desember 2026 pembangunan fisik selesai. Nah, harapan masyarakat Mamuju Tengah terlayani pengobatan maksimal bisa dinikmati paling tidak sejak awal 2027.
RULI – HAMSAH










