oleh

Diduga Depresi, Petani di Polman Ditemukan Tewas Gantung Diri

POLMAN– Seorang pria berinisial NS (76), warga Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, ditemukan tidak bernyawa di dapur rumahnya dengan kondisi tergantung. Diduga kuat, korban tewas akibat bunuh diri.

Peristiwa yang gegerkan warga ini, terjadi di Dusun Lapejang, Desa Tapango, Kecamatan Tapango.

Kapolsek Tapango, Ipda Taufik Murwanto menyebut, jenazah korban pertama kali ditemukan oleh kerabatnya.

“Dapat kami sampaikan kronologis kejadian ini, pada pukul 11:30 wita itu, seorang lelaki datang ke kantor untuk melaporkan kejadian dugaan bunuh diri, yang datang ke kantor atas nama Jufri merupakan ipar dari korban,“ kata Taufik saat dikonfirmasi wartawan di kantornya, Jumat siang (10/09/2021).

Baca Juga  Sungai di Campalagian Meluap, Mobil Pikap Terseret Puluhan Meter

Usai menerima laporan, personil Polsek Tapango bersama Tim Identifikasi Polres Polewali Mandar, langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, selain bekas jerat tali di lehernya.

“Dari hasil identifikasi tadi dilaporkan anggota, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan, kecuali bekas seutas tali di leher,” ungkap Taufik.

Baca Juga  Kebakaran di Polman, Dua Kakak Beradik Tewas Terpanggang

Taufik menduga penyebab kematian korban murni karena bunuh diri. Apalagi, berdasarkan informasi yang dihimpun polisi, sudah setahun lamanya korban diketahui menderita depresi.

“Dugaan sementara kami, yang bersangkutan melakukan bunuh diri karena depresi. Menurut informasi yang didapatkan anggota di lapangan, informasinya tahun lalu istri yang bersangkutan meninggal, kemudian mungkin itu salah satu penyebab sehingga dia stress atau depresi,“ pungkasnya.

Sehari-hari korban yang berprofesi sebagai petani, tinggal bersama salah satu anak dan cucunya. Saat kejadian korban sedang sendiri di rumah.

Baca Juga  PPP Resmi Berikan Rekomendasi Kepada Habsi-Irwan di Pilkada Mamuju 2020

“Kebetulan tadi dia lagi sendiri di rumah, karena saya ke pasar,“ tutur salah satu anak korban, Mardiana.

Mardiana mengaku tidak menduga ayahnya akan bunuh diri. Apalagi sebelum meninggalkan rumah, ia melihat korban dalam kondisi baik-baik saja.

“Tidak ada kelainan kasian, biasa saja, tidak mengeluh apa-apa. Saya kaget ketika ditelpon ada kejadian seperti ini. Padahal sebelum meninggalkan rumah, saya masih sempat meminta korban untuk pindahkan pakaian kalau tiba-tiba hujan turun,” tutup Mariana. (thaya/red)

Editor: Sulaeman Rahman

Komentar

News Feed