POLMAN– Rencana relokasi puluhan pedagang di Kabupaten Polewali Mandar, diwarnai adu argumen antara pedagang dan perwakilan pemerintah setempat.
Adu argumen terjadi, lantaran sejumlah pedagang yang biasa berjualan di bahu jalan Poros Mapilli-Piriang Desa Baru, Kecamatan Luyo, belum bersedia direlokasi dengan berbagai alasan. Persoalan tempat baru yang dianggap belum layak, hingga butuh waktu untuk mempersiapkan tempat baru, menjadi alasannya.
Sebaliknya, pihak pemerintah tegas, meminta para pedagang untuk segera pindah, karena sebelumnya telah menyampaikan.
Rencananya, para pedagang yang berjualan di bahu jalan ini, akan di relokasi di halaman Pasar Rakyat Luyo. Tempatnya hanya berjarak beberapa ratus meter, dari lokasi yang selama ini menjadi tempat para pedagang berjualan.
“Kita kendalanya, karena kita membayar hari-hari koperasi, bahkan bunga arisan. Bagaimana bayarnya, kalau kita dipaksakan besok pindah..? Kita mau pindah, yang penting ada tempat di sini. Kita minta waktu, satu minggu atau dua minggu,“ pinta salah satu pedagang yang belum bersedia direlokasi, Ramli.
“Bagus dikasih rata dulu itu pak, kita siap pindah, tapi harus diperbaiki dulu itu tempatnya. Belum rata, fasilitas tempat belum ada. Bahaya, bagaimana kalau ada orang yang salah injak dan lain-lain,“ timpal pedagang lainnya, Hj Jara.
Adu argumen antara pedagang dan perwakilan pemerintah berakhir, setelah pedagang lainnya menyatakan kesiapan untuk direlokasi, sesuai petunjuk pemerintah.
Camat Luyo, Jumadil Tappawali mengatakan, relokasi dilakukan karena bahu jalan yang selama ini menjadi tempat berjualan para pedagang, akan dilakukan pelebaran, “ Pedagang kaki lima ini aktifitas usaha menempati daerah jalan milik pemerintah. Nah, karena itu, seiring dengan rencana pekerjaan, pasti akan berimbas kepada merera untuk direlokasi sementara, karena pasti akan kena, apalagi panjangnya sekitar 8 meter, kondisi ini tentunya kami pemerintah kecamatan merasa punya tanggung jawab, supaya masyarakat tidak menjadi resah, “ ujar Jumadil, kepada wartawan usai menemui para pedagang di area Pasar Rakyat Luyo, Jumat sore (11/06/2021).
Jumadil berharap, para pedagang yang akan direlokasi, segera membongkar lapaknya untuk dipindahkan ke tempat baru, agar tidak mengganggu aktifitas pekerjaan jalan, yang rencananya akan segera dimulai pada Senin mendatang.
“Deadline sebenarnya, minggu lalu sudah disampaikan pelaksana proyek, bahwa Senin lusa akan dimulai pekerjaan. Jadi sudah harus memang steril tempat itu, karena akan mengganggu pekerjaan. Secara dengan sendirinya, apabila ada pelaku pasar yang menolak (pindah) akan terdampak langsiran material proyek,“ ungkapnya.
Menanggapi keluhan pedagang yang mempersoalkan kelayakan tempat berjualan baru yang disiapkan pemerintah, Jumadil mengaku akan terus melakukan upaya, agar masalah tersebut bisa segera teratasi.
“Kondisi saat ini memang kita akui belum layak, belum representative untuk kita tempati. Tapi kemarin hasil koordinasi kami secara maraton dengan pemerintah kabupaten, Insya Allah perlahan ketika aktifitas ekonomi mulai menggeliat, pemerintah juga akan melakukan pembenahan, melalui proses perencanaan. Kondisi ini kami pemerintah kecamatan akan terus mendorong upaya kebersamaan, bagaimana kita secara swadaya memperbaiki dan membenahi tempat ini,” tutup Jumadil meyakinkan. (thaya/sur)











Komentar