oleh

Takut Divonis Corona, Lansia Urung Diperiksa ke Rumah Sakit

POLMAN- Malang nasib Hapasia (92), warga Desa Bonne-Bonne, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Sudah sepekan, wanita yang berusia hampir seabad ini, hanya dapat terbaring lemah di rumah salah satu anaknya lantaran sakit. Bahkan beberapa hari ini, kondisi Hapasia semakin melemah, karena sulit mengonsumsi makanan ataupun minuman.

Salah satu anak, Labasa (58), mengaku tidak dapat berbuat banyak untuk memulihkan kondisi sang ibu tercinta. Selain karena keterbatasan biaya, Labasa urung memeriksakan kondisi Hapasia ke rumah sakit lantaran takut divonis corona

Baca Juga  Randis Baru Bupati Polman Seharga 2,5 M Tuai Sorotan, Melanggar Perpres No. 33/2000

“Selain karena faktor biaya, kita juga takut pak, jangan sampai dianggap corona,“ kata Labasa kepada Paceko.com grup Siberindo.co di rumahnya, Senin (11/01/2021).

Sebelumnya, Hapasia diketahui tinggal sendiri di rumahnya. Dia akhirnya dievakuasi ke rumah anaknya karena kondisinya yang sudah sakit-sakitan.

“Dia lama tingggl sendiri di rumahnya, dia pernah jatuh, hingga membuat kondisinya tidak stabil. Setelah itu dia kami bawa ke sini untuk tinggal bersama,” ungkap Labasa yang sehari-hari bekerja sebagai petani.

Baca Juga  Pemotongan DAK Sulbar, Kejati Amankan Uang Rp 783 Juta

Kendati urung memeriksakan kondisi Hapasia ke rumah sakit lantaran takut divonis corona, Labasa berharap sang ibu tetap mendapat perhatian dari petugas kesehatan

Kepala UPTD Puskesmas Mapilli, H Saldy Kursani mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, penurunan kondisi kesehatan pasien diduga karena faktor usia.

“Tensinya cenderung tidak stabil, apalagi susah makan, kemungkinan karena faktor usia,“ ujar Saldy, usai mendampingi dokter Puksesmas Mapilli memeriksa kondisi Hapasia.

Saldy juga menegaskan, pihaknya rutin berkunjung untuk memeriksa kondisi Hapasia. Termasuk menyarankan keluarga, agar membawa Hapasia ke rumah sakit untuk diperiksa.

Baca Juga  Polresta Mamuju Gelar Nobar Merdeka Detik-detik Proklamasi

“Petugas kami rutin berkunjung, memeriksa kondisi pasien, termasuk meminta keluarga membawanya ke rumah sakit, namun keluarga pasien yang berhak memutuskan,” pungkasnya.

Dalam kunjungannya itu, Saldy bersama Tim Medis dari Puskesmas Mapilli, juga menyerahkan sejumlah bantuan, untuk meringankan beban Hapasia dan keluarganya. Saldy tetap berharap, pihak keluarga segera membawa Hapasia ke rumah sakit, untuk penanganan lebih lanjut. (thaya/sur/red)

Komentar

News Feed