POLEWALI– Seorang pemuda berinisial NA (19), warga Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, ditemukan tewas dalam kondisi menggelantung dengan tali mengikat di lehernya.
Peristiwa yang gegerkan warga ini, terjadi di Kompleks Pasar Tinambung, Kecamatan Tinambung.
Kapolsek Tinambung, Iptu Rustam Abdul Gani, mengungkapkan korban berasal dari Desa Kuajang, Kecamatan Polewali. Korban diduga tewas, akibat gantung diri.
“Sekira pukul 06.00 wita, korban ditemukan warga dalam kondisi gantung diri menggunakan tali nilon berwarna biru dalam kompleks pasar Tinambung,” kata Rustam kepada wartawan, Rabu (10/02/2021).
Usai menerima laporan warga, polisi langsung ke lokasi kejadian, untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Selanjutnya, korban dibawa ke Puskesmas Tinambung untuk dilakukan pemeriksaan visum et repertum,“ ujar Rustam kepada Paceko.com Grup Siberindo.co.
Menurut Rustam, berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Medis Puskesmas Tinambung, tidak ditemukan adanya tanda bekas kekerasan di tubuh korban.
“Tidak ditemukan tanda kekerasan, kecuali bekas jeratan tali nilon di leher. Pihak keluarga menganggap kejadian tersebut adalah musibah, dan menolak dilakukan otopsi,“ terangnya.
Selanjutnya, kata dia, sudah beberapa hari terakhir korban diketahui meninggalkan rumah kedua orang tuanya, dan menetap di rumah salah seorang kerabatnya di Kelurahan Tinambung.
“Sejak hari selasa kemarin, korban ijin keluar rumah untuk membeli rokok, namun tidak kembali pulang, “ ungkapnya.
Rustam menyebut, berdasarkan informasi pihak keluarga, korban memiliki riwayat kelainan jiwa.
“Menurut keterangan keluarga, korban memiliki riwayat kelainan jiwa akibat sering mengkonsumsi pil boje. Pada bulan Desember kemarin, korban sempat dirujuk ke rumah sakit jiwa untuk jalani perawatan, setelah itu dipulangkan karena kondisinya membaik. Namun, setelah itu korban terkadang mau melakukan percobaan bunuh diri namun gagal,“ tutupnya.
Untuk kepentingan lebih lanjut, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka. (thaya/sur/red)











Komentar