POLMAN- Lembaga pendidikan swasta memiliki peranan yang tidak boleh dinafikan sebagai mitra pemerintah mempersiapkan generasi muda sebagai sumber daya manusia yang berkualitas.
Namun, sekolah-sekolah swasta menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan untuk pengembangan. Bahkan untuk sekedar bertahan pun harus ditopang yayasan yang menaungi.
Salah satu lembaga pendidikan yang menghadapi tantangan seperti itu, adalah Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Madani Mandar. Sejak berdiri tahun 2018, sekolah yang beralamat di Desa Laliko, Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar itu membina jurusan Teknologi Komputer dan Jaringan (TKJ). Sekolah tersebut, dinaungi Yayasan Madani Mandar.
Kepala sekolah, Sapriadi mengatakan terus berusaha agar sekolahnya diminati calon peserta didik. Hasilnya, setiap tahun ajaran selalu ada pendaftar, jumlahnya sangat minim. Hingga saat ini, jumlah siswa SMKS Madani Mandar seluruhnya 59 orang. Terdiri kelas I (X) 18 orang, kelas XI jumlah 31, dan kelas XII sebanyak 18.
Mereka mengikuti kegiatan pembelajaran dalam ruang belajar sederhana. Dalam gedung permanen 6 x 16 meter yang disekat menjadi beberapa bagian menggunakan papan dan tripleks. Di dalamnya juga termasuk ruang kepala sekolah, ruang guru dan ruang tamu.
“Jumlah siswa keseluruhan 59 orang. Jumlah tenaga pengajar 12 orang. Jumlah calon siswa mengalami pasang-surut setiap tahun. Dugaan kami, sangat terkait dengan sarana dan fasilitas di sekolah kami sangat terbatas,” ungkap Sapriadi, Sabtu (08/01/2022).
Ia mengungkapkan, bahwa semua kebutuhan sekolah selama ini ditopang yayasan, termasuk honor tenaga pengajar. Katanya, bantuan yang diperoleh dari pemerintah hanya dana BOS. “Hanya dana BOS yang kami peroleh dari pemerintah. Selebihnya, semua ditanggung yayasan,” katanya, bernada mengeluh.
Kepala SMKS Madani Mandar menyatakan tetap bersemangat menjalankan amanah membina sekolah tersebut, karena suppor dari pimpinan Yayasan Madani Mandar. Pelaksanaan praktik siswa SMKS, sepenuhnya juga didukung yayasan bekerjasama dengan Universitas AL-asy’ariah Mandar (Unasman).
“Kegiatan praktik siswa, kami bawa ke Unasman, menggunakan peralatan di sana,” jelas Sapriadi. Katanya, semua kegiatan magang siswanya ditopang juga fasilitas pihak yayasan.
“Kami sudah menjalin kerjasama perusahaan di Makassar, selain siap menerima siswa magang, memberi peluang kerja alumni kami yang dianggap cocok dan memenuhi persyaratan,” tuturnya, tanpa menyebut nama perusahaan dimaksud.
“Kami sangat berharap juga bantuan pemerintah, terutama pengadaan ruang kelas dan peralatan praktik siswa,” imbuhnya, penuh harap. (emd)










