oleh

Menuju Hari H Pungut Hitung, Ini Pesan Ombudsman

Lukman Umar menyampaikan bahwa secara umum pintu masuk gerakan radikalisme dan terorisme terjadi karena kekecewaan, ketidakadilan dan/atau rendahnya kepecayaan seseorang atau kelompok.

“Pilkada kali ini akan menguji kita semua. Itulah sebabnya, kita berharap teman-teman penyelenggara untuk mengantisipasi hal tersebut dengan tetap menjaga akuntabilitas, integritas dan kredibiltasnya,” ungkap Lukman.

Dengan menjaga etika publik sebagai penyelaggara pesta demokrasi tersebut diharapkan bisa melahirkan kepercayaan masyarakat.

Lukman juga berharap agar semua elemen terlibat langsung maupun tidak langsung dalam menjaga keamaan selama proses pemilihan. Bukan hanya menyandarkan hal tersebut ke pemerintah semata.

“Kita hindari saling provokasi, kampanye hitam dan menggunakan isu SARA untuk saling menjatuhkan. Jangan sampai ada orang atau kelompok yang ingin merusak keutuhan bangsa ini kemudian menggunakan momentum Mapos, Mamuju – Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sulbar, Lukman Umar, hadir dalam rapat koordinasi strategis pimpinan daerah Provinsi Sulawesi Barat yang mengusung tema ‘antisipasi radikalisme, terorisme dan ATHG dalam pelaksanaan pungut hitung pilkada serentak tahun 2020, Senin (0712/2020).

Baca Juga  Monitoring di Rutan Pasangkayu, Ombudsman Sulbar: Fasilitas Layanan Bukan hanya Sebatas Diperadakan

Lukman Umar menyampaikan bahwa secara umum pintu masuk gerakan radikalisme dan terorisme terjadi karena kekecewaan, ketidakadilan dan/atau rendahnya kepecayaan seseorang atau kelompok.

“Pilkada kali ini akan menguji kita semua. Itulah sebabnya, kita berharap teman-teman penyelenggara untuk mengantisipasi hal tersebut dengan tetap menjaga akuntabilitas, integritas dan kredibiltasnya,” ungkap Lukman.

Dengan menjaga etika publik sebagai penyelaggara pesta demokrasi tersebut diharapkan bisa melahirkan kepercayaan masyarakat.

Baca Juga  Ombudsman: Insentif Petugas Covid Dibayarkan Sudah

Lukman juga berharap agar semua elemen terlibat langsung maupun tidak langsung dalam menjaga keamaan selama proses pemilihan. Bukan hanya menyandarkan hal tersebut ke pemerintah semata.

“Kita hindari saling provokasi, kampanye hitam dan menggunakan isu SARA untuk saling menjatuhkan. Jangan sampai ada orang atau kelompok yang ingin merusak keutuhan bangsa ini kemudian menggunakan momentum itu untuk memecah belah kita,” tutup Lukman.

(*)

Komentar

News Feed