oleh

Terekam Kamera, Dua Siswi SMP Terlibat Perkelahian di Polman

POLMAN– Dua siswi SMP di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terlibat perkelahian di pelataran pasar. Aksi keduanya terekam kamera yang videonya beredar luas.

Dalam video pendek berdurasi 16 detik, terlihat kedua remaja terlibat baku pukul dan saling jambak. Bahkan, keduanya saling tendang sebelum berguling ke lantai. Sempat terdengar, salah satu remaja melontarkan kata-kata kasar dan makian.

Kedua remaja yang terlibat perkelahian diduga masih berstatus pelajar. Apalagi salah satu diantaranya terlihat masih mengenakan seragam batik dan rok panjang berwarna biru, khas pelajar. Sementara remaja wanita lainnya, memakai kaos panjang berwarna ungu, celana panjang berwarna biru, serta bersepatu berwarna kuning.

Baca Juga  Patroli Gabungan TNI-Polda Sulbar Siap Bubarkan Keramaian di Malam Pergantian Tahun

Perkelahian melibatkan kedua remaja wanita ini terhenti, setelah dilerai remaja lainnya yang juga berseragam pelajar.

Diketahui, perkelahian melibatkan kedua remaja wanita ini terjadi di pelataran Pasar Rakyat Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, Rabu (03/11) lalu.

Remaja yang terlibat dalam perkelahian tersebut disebut-sebut berinisial DW dan MY, pelajar asal SMPN 2 Campalagian, di Desa Baru, Kecamatan Luyo.

“Kejadiannya waktu hari rabu siang, keduanya anak SMPN 2 Luyo, inisialnya DW dan MY,” ungkap salah satu pelajar yang enggan disebut namanya, kepada wartawan, Jumat siang (05/11/2021).

Saat dikonfirmasi, Kepala SMPN 2 Campalagian, Drs H Sukiman mengaku belum bisa memastikan apakah kedua remaja yang terlibat perkelahian tersebut adalah pelajar di sekolahnya. Namun demikian, ia mengaku seragam yang dipakai salah satu remaja dalam video perkelahian tersebut mirip seragam pelajar di sekolahnya.

Baca Juga  RS Mitra Manakarra Dibuka Kembali

“Kalau berbicara masalah seragam, ada kemiripan dengan seragam SMPN 2 (Campalagian). Cuma persoalannya, terlepas dari itu, ada juga seragam yang ada kemiripan dengan sekolah lain. Biasanya seragam batik itu sama dengan sekolah lain, makanya belum bisa kita prediksi apakah siswa ini memang dari SMPN 2 atau SMP yang lain,” ujar Sukiman terpisah.

Sukiman memastikan, akan mencari tahu identitas kedua remaja wanita yang terlibat perkelahian. Termasuk melakukan upaya antisipasi apabila benar keduanya berasal dari SMPN 2 Campalagian. Harapannya kejadian tersebut tidak berbuntut panjang.

Baca Juga  Ditemukan 230.310 Ribu Pemilih Tidak Memenuhi Syarat, KPU Diminta Cermati Hasil Coklit

“Olehnya itu, kami sebagai penanggung jawab sekolah, ketika ada anak kami yang terlibat, tentunya ada semacam mediasi yang perlu kita luruskan bersama. Yang pertama, tentunya kita akan klarifikasi kejadiannya seperti apa, dan kemudian untuk tindak lanjutnya nanti kita akan panggil orang tua siswa, dalam kaitan untuk pembenahan dari kegiatan ini. Kita tahu persis, bahwa hal seperti ini sangat riskan memalukan dalam dunia pendidikan,” pungkasnya. (thaya/red)

Editor: Sulaeman Rahman

Komentar

News Feed