Siberindo, Mamasa – Kepala Desa Buangin Kecamatan Rantebulahan Timur Kabupaten Mamasa, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Jazad Pelipus ditemukan tergantung dengan seutas tali pada siang tadi sekitar pukul 10.00 Wita di kebun kopi milik warga di Dusun Buangin, Senin (27/07) oleh Teopilus, warga Desa Setempat.
Keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan bahwa Pilipus berangkat di rumahnya di Dusun Salulemo pada pukul 08.00 Wita berboncengan dengan keponakannya Albert. Keduanya hendak menuju ke kantor Desa untuk menyalurkan BLT. Namun ditengah perjalanan Pilipus meminta turun dari motor untuk buang air besar di sungai, sementara Albert diminta untuk melanjutkan perjalanan ke Kantor Desa.
Menurut Camat Ranebulahan Timur Elim Tupa’langi, warga yang sudah berada di Kantor Desa bersama Camat, aparat Desa dan juga Babinkamtibmas masih menunggu Kades untuk memulai penyaluran BLT. Namun setelah beberapa jam, Kades tak kunjung datang hingga memutuskan untuk menyuruh warga mencari Pelipus.
“Kita tunggu tapi tidak datang, karena itu kami melakukan pencarian. Sebab akan segera dilakukan penyaluran BLT Tahap III di Desa Buangin,” ungkap Elim, Rabu (05/08/2020).
Saat ditemukan, Pelipus sudah tergantung dan sudah tidak bernyawa. Tak berselang lama, warga bersama Camat langsung mendatangi TKP disaksikan Babinkamtibmas untuk menurunkan Pelipus dari tangkai kopi yang masih terjerat dari seutas tali di lehernya.
Informasi dari kelurga Pilipus menyebutkan bahwa sebelum kejadian, almarhum sempat menuliskan surat terakhir untuk istri dan anaknya dan diletakkan di dalam lemari.
“Ia berpesan kepada keluarga dan anaknya agar saling menyayangi dalam keluarga dan juga bersekolah dengan baik,” tutur Elim.
Sementara, Kepala Puskesmas Rantebulahan Timur Endang Hartini mengaku, dari hasil pemeriksaan hanya menemukan bekas gantung yang ada di leher. Sementara di bagian tubuh tudak ada bekas lain.
“Tidak ada tanda-tanda adanya kekerasan dan semuanya normal,” ungkap Endang.
Sementara itu Kepala Satuan Resort Kriminal Polres Mamasa, Iptu Dedi Yulianto mengungkapkan, belum diketahui pasti penyebab almarhum nekat mengakhiri hidupnya. Soal indikasi jika ada tekanan terkait pemerintah di desanya, Dedi mengaku akan melakukan menyelidikan lebih lanjut.
“Kita tidak bisa menerka-nerka, kita akan selidiki lebih lanjut,” ungkap Dedi.
(anis/mamujupos.com)











Komentar