MAMUJU – Masa tanggap darurat (Sulbar) berakhir Kamis (4/2) dan dilanjutkan dengan masa transisi pemulihan. Dengan demikian, Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, meminta kembali melakukan pembenahan pascagempa berkekuatan 6,2 magnitudo yang memporak-porandakan Mamuju dan Majene
“Saya harapkan, teman-teman di kabupaten berkolaborasi melakukan penanganan dan pembenahan serta menjaga kebersihan. Yang terpenting, juga tetap memperhatikan protokol kesehatan, apalagi masih dalam kondisi COVID-19,” kata Ali Baal, Jumat (05/02/2021)
Dia menyampaikan, hal-hal yang perlu mendapatkan penanganan yaitu trauma healing bagi masyarakat mengingat masih sering terjadi gempa susulan.
“Stakeholder terkait perlu menerjunkan tim yang mampu melakukan penanganan trauma healing kepada para pengungsi,” ucapnya.
Komandan Korem 142 Tatag Mamuju selaku Dan Satgas Gempa Sulbar, Brigjen TNI Firman Dahlan, menjelaskan prioritas utama pascagempa di Sulbar yaitu pencarian dan evakuasi, perawatan korban, penyaluran bantuan kemanusiaan, pengembalian roda perekonomian, pengembalian operasional layanan pemerintah, fasilitas umum dan sosial.
Prioritas lainnya yaitu pelayanan pengungsian dan kesehatan, menjamin ketersediaan BBM khususnya di rumah sakit, pendataan kerusakan rumah masyarakat dan menjamin kelancaran arus transportasi antardaerah.
“Dengan berakhirnya masa tanggap darurat, sebenarnya berbagai fasilitas bantuan sudah harus dikembalikan kepada pemiliknya, namun pihak kami sudah menyurat agar fasilitas tersebut masih tetap stand by.
Begitu juga dari personel kami, kami siap membantu,” tandasnya. (*/cr6)
Sumber: (kumparan.com)











Komentar