oleh

Tahap Pertama Vaksin Covid-19, Nakes Jadi Sasaran Prioritas

MAMUJU– Sebanyak 21.138 dosis vaksin Covid-19 tahap pertama diperkirakan tiba pada 6 Januari 2021. Tenaga kesehatan (Nakes) akan menjadi sasaran pertama sebanyak 10.600 orang.

Hal tersebut disampaikan Sekprov Sulbar Muhammad Idris saat memimpin langsung rapat koordinasi bersama Forkopimda dan OPD terkait menyambut kesiapan kedatangan vaksin Covid-19 di Sulbar, Senin 4 Januari.

Rapat membahas mengenai sejauh mana kendali provinsi menghadapi vaksin nantinya. Kemudian bagaimana kesiapan RSUD Regional Sulbar dalam menghadapi lonjakan pasien Covid-19. Termasuk untuk ruangan isolasi sehingga menurutnya sistem kendali dan monitoring harus diperkuat.

Muhammad Idris menjelaskan hal itu, sesuai arahan dari Gubernur Sulawesi Barat, pemerintah Sulbar dan seluruh stakeholder terkait harus mempersiapkan dengan matang untuk vaksin yang dikirim oleh pemerintah pusat. Agar pandemi Covid-19 dapat segera teratasi dan terselesaikan.

“Kita membicarakan secara tuntas sikap terhadap pandemi termasuk program yang harus disukseskan mengenai vaksin,” kata Muhammad Idris.

Baca Juga  APBD 2021 Fokus Pemulihan Ekonomi

Menurutnya, pemerintah Sulbar harus terus bekerja untuk mengatasi pandemi Covid-19. Tentu sesuai dengan arahan pemerintah pusat.

“Provinsi ini (Sulbar, red) persis pusat dimana tidak ada kata berhenti untuk penanganan Covid. Di provinsi ini mau tidak mau harus jalan dan kita harus satu komando tidak ada komando-komando lain,” imbuhnya.

Khusus untuk vaksin, lanjut Idris, nantinya akan mendarat di Bandara Hasanuddin Makassar dan dipastikan hampir semua provinsi akan menuju Hasanuddin untuk menjemput sesuai dengan keputusan pusat.

“Kebijakan nasional apapun yang sudah diputuskan pusat maka kita akan mengikuti itu. Tidak ada tawar menawar, kita jalan terus sesuai dengan ketentuan kebijakan nasional,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan setelah rapat koordinasi ini dilaksanakan maka pemerintah provinsi akan melakukan rapat koordinasi bersama seluruh kabupaten di Sulawesi Barat.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, dr Muh Alif Satria mengatakan pemerintah provinsi akan menjemput langsung vaksin yang tiba di bandara Hasanuddin Makassar pada tanggal 6 Januari nanti. Dimana setalah itu provinsi akan melakukan distribusi ke setiap kabupaten di Sulawesi Barat.

Baca Juga  Terlibat Kasus Aborsi, Polresta Mamuju Amankan Lima Tersangka

“Untuk Sulawesi Barat jumlah sasaran secara keseluruhan 889.039 ribu orang. Kita  bertahap, tenaga kesehatan untuk pertama 10, 569 orang,” kata Alif.

Untuk sasaran vaksin Covid-19 per 28 Desember 2020, dengan umur 18 sampai 59 tahun tenaga kesehatan 10.599, pelayanan publik 94.023. Masyarakat rentang sebanyak 343,132. Masyarakat umum dan pelaku ekonomi 371.948. Kemudian masyarakat rentan lainya 69.367 dengan jumlah keseluruhan 889.039.

Ia menjelaskan distribusi vaksin disesuaikan berdasarkan data tenaga kesehatan  tahap pertama di setiap kabupaten.

“Untuk Kabupaten Majene ada 11 puskesmas dengan jumlah nakes 1.466 orang, Kabupaten Polewali Mandar 20 puskesmas dengan jumlah tenaga 3.008 orang. Mamasa 17 Puskesmas jumlah nakes 1.543. Mamuju, 22 Puskesmas, jumlah nakes 2.694 orang. Pasangkayu jumlah 15 Puskesmas, 780 nakes dan Mamuju Tengah 11 Puskesmas jumlah nakes 1.078 orang,” ucapnya.

Baca Juga  Bansos 2021 Mulai Dikucurkan

Ia menjelaskan, sebelum melakukan vaksin nakes di beberapa kabupaten yang bertugas sebagai vaksinator akan mengikuti TOT peningkatan kapasitas dan pelatihan bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Makassar mulai tanggal 5 sampai 8 Januari dan tanggal 6 hingga 9 Januari 2021.

Vaksin tersebut dinilai efektif untuk meningkatkan kekebalan, menurunkan kesakitan dan kematian akibat Covid-19, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh serta menjaga produktivitas dan meminimalkan dampak sosial serta ekonomi.

Sementara Karo Ops Polda Sulbar Kombes, M Helmi mengatakan pihaknya bersama TNI akan siap untuk melakukan penjemputan pengawalan bersama pemerintah Provinsi Sulawesi barat apabila hal tersebut tidak bisa melalui bandara Tampa Padang.

“Kalau tidak bisa, ya terpaksa kita jemput dari Makassar, untuk dibawa ke Sulbar,” tandasnya. (idr/sol)

Komentar

News Feed