SIDOARJO, SULBAR EXPRESS – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendukung keberadaan layanan karantina sayur dan buah di Porong Sidoarjo, Jawa Timur sehingga pelaku usaha
dapat melakukan proses bisnis ekspor dengan lebih cepat, tepat dan akurat.
“Sektor pertanian di Jawa Timur memiliki potensi besar, selain dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri juga laris di pasar dunia. Dengan fasilitas layanan cepat ini diharapkan
dapat meningkatkan daya saing,” kata Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo di kawasan Suncity Biz, Porong Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa 3 November.
Ia mengemukakan keberadaan fasilitas pusat grosir buah dan sayur yang modern, dengan rantai pendingin atau cold chain storage, sangat bermanfaat bagi produk pertanian yang
bersifat mudah rusak atau perishable.
“Untuk mempercepat ekspor produk segar pertanian ke manca negara, kami siapkan layanan pemeriksaan jemput bola. Petugas karantina yang datang dan memastikan produk sehat, aman
dan sesuai protokol ekspor,” katanya.
Sebagai informasi, saat ini aturan tarif tidak lagi populer di perdagangan internasional dan berganti menjadi pemenuhan persyaratan teknis sanitari dan fitosanitari bagi
produk pertanian.
Untuk itu peran Badan Karantina Pertanian (Barantan) selaku fasilitator pertanian di perdagangan internasional menjadi strategis dalam upaya peningkatan ekspor produk
pertanian.
“Sejalan dengan kebijakan meningkatkan nilai ekspor tiga kali lipat, Barantan menyiapkan fasilitas pemeriksaan inline inspection. Jadi komoditas diperiksa di gudang dan
langsung dikemas. Sehingga tiba tempat pengeluaran dapat langsung diberangkatkan ke negara tujuan,” kata Kepala Barantan, Ali Jamil yang hadir dan mendampingi bersama Direktur
Jendral Tanaman Pangan, Suwandi.
Jamil juga menyebutkan sebagai wujud komitmen karantina dan pabean mendukung kelancaran arus barang di pelabuhan, maka waktu tunggu atau dwelling time harus cepat dan biaya
harus murah.
Sesuai arahan Menteri Pertanian Syarul Yasin Limpo, pihaknya mendorong kelancaran arus barang agar iklim logistik nasional menjadi lebih baik.
“Saat ini sudah 950 pelaku usaha pertanian yang telah memanfaatkan fasilitas pemeriksaan bersama karantina-pabean, dan akan kita dorong terus. Apalagi komoditas pertanian yang
kaitan erat dengan pangan dan energi, harus dipastikan lancar,” kata Jamil.
Sementara itu, Direktur Suncity Group, Chandra Dedi Purnama menyebutkan kawasan miliknya telah menggandeng berbagai asosiasi pasar modern, hotel, mal dan juga asosiasi petani
juga dilibatkan.
“Dengan menggandeng semua elemen tersebut kami bisa melayani kebutuhan buah dan sayur di Indonesia timur dan merambah pasar Eropa,” tambahnya. (ant/sol)











Komentar