Siberindo.Jakarta. Pengembanagan potensi Perikanan dan Kelautan yang dimiliki Provinsi Sulbar secara kontinyu dilakukan oleh Pemprov Sulbar. Salah satu upaya tersebut yakni melalui komunikasi intens dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.
Sebagaimana diketahui bahwa belum lama ini Menteri Kelautan dan Perikanan bersama rombongan berkunjung ke Kepulauan Bala-balakang Kabupaten Mamuju Sulbar.
Guna menindak lanjuti kunjungan menteri Edhy tersebut hari ini,Selasa (4/8/2020) Gubernur Sulbar HM Ali Baal Masdar dan Rombongan melakukan pertemuan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan,Edhy Prabowo di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta.
HM Alibaal Masdar didampingi Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Junda Maulana, Kadis PU dan TR H.Aksan,TA Gubernur Sulbar Bidang Ekonomi dan Investasi, H.Ramlan Nawawi, Fadli Syamsuddin ( Pakar Kemaritiman BPPT) dan Kaban Penghubung Sulbar,Jakarta Suratman Samad.
” Hari ini Bapak Gubernur Sulbar dan Rombongan bertemu dengan Menteri Kelautan dan Perikanan,Edhy Prabowo, adapun tujuan dari pertemuan tersebut adalah untuk membahas Follow Up Usulan Program Prioritas Sulawesi Barat di sektor Kelautan dan Perikanan,” Terang Kasubdit Hubungan Antar Lembaga Badan Penghubung Pemprov Sulbar Jakarta,Zulkifli Sunusi,Via Waatshapp,Selasa (4/8/2020).
Lebih jauh Zul, Sapaan Karib Zulkifli Sunusi mengatakan, Usulan Program prioritas Pengembangan potensi Kelautan dan Perikanan Sulbar yang di Usulkan ke Kementerian Perikanan dan Kelautan sebagaimana tertuang dalam proposal usulan Pemprov Sulbar yang antara lain terkait pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palipi.Dimana sarana dan prasarana di Pelabuhan tersebut masih belum memadai, seperti Belum Beroperasinya SPPDN. Panjang Break Water yang masih kurang, belum adanya Cold Storage untuk menampung hasil tangkapan.Juga dermaga pelabuhan yang sudah mulai rusak.
Kemudian untuk bidang Perikanan tangkap, kendala yang masih dialami yakni armadi alat tangkap dan SDM Penangkapan masih terbatas. Armada penangkapan yang masih bersifat tradisional dan belum menggunakan Teknologi Modern.
Dari aspek daya saing produk kelautan dan Perikanan Sulbar juga dinilai masih rendah, hal tersebut disebabkan oleh belum adanya penetapan Prosedur sistim rantai dingin dalam pengelolaan produk Kelautan dan Perikanan juga masih rendahnya tata kelola penanganan pasca panen produk perikanan dan kelautan Sulbar.| Samad.banniq.id











Komentar