Makassar – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel Muhammad Arafah meminta kepada seluruh nelayan tidak melaut dan pengusaha pelayaran untuk tidak melakukan aktifitas pelayaran selama cuaca ekstrem.
Muhammad Arafah menyampaikan itu menyikapi surat edaran dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Jendral Perhubungan Laut, terkait peringatan dini gelombang tinggi.
“Kepada nelayan dan pengusaha pelayaran untuk tidak berlayar pada cuaca ekstrem, Yang ditakutkan akan terjadi gelombang tinggi yang bisa mengakibatkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Muhammad Arafah dalam keterangannya di Makassar, Sabtu
Ia juga meminta agar nelayan maupun pengusaha pelayaran untuk senantiasa melihat dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan pelayaran.
“Saya minta untuk senantiasa memperhatikan kondisi cuaca termasuk melihat edaran dari BMKG maupun instansi terkait lain, apa lagi jika ingin berlayar dengan jarak yang jauh,” ujarnya.
Muhammad Arafah menambahkan hasil pemantauan BMKG yang berlaku dari tanggal 1 April hingga 3 April akan berpeluang terjadi gelombang sedang maupun tinggi di beberapa perairan.
Ia menjelaskan, gelombang tinggi hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di perairan pare-pare, Perairan Spermode Pangkep, serta Teluk Bone.
“Kemudian gelombang tinggi hingga 3 meter diperkirakan terjadi di Selat Makassar bagian selatan, Perairan Bonerate, Kalaotoa, Perairan Spermonde Makassar, perairan Sabalana serta Perairan Kepulauan Selayar,” jelasnya. (*/cr6)
sumber: makassar.antranews.com











Komentar