oleh

SMK Soeparman Tumpiling, Disiapkan jadi Sekolah Unggulan

POLEWALI  – Kunjungan Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Soeparman Tumpiling, Wonomulyo dalam rangka meninjau kesiapan sekolah melahirkan siswa produktif di dunia usaha. Sekaligus melihat progres realisasi DAK.

Ali Baal menjelaskan, selama ini sekolah swasta hanya dipandang sebelah mata, lantaran dinilai tidak terlalu produktif dalam membina menjadi siswa yang siap dalam bidangnya masing-masing.

Namun setelah ia memantau langsung, hal itu tidak seperti isu yang berkembang dimana masih terdapat SMK yang memiliki potensi. Salah satunya di SMK Soeparman Wonomulyo. “Ini harus terus dikembangkan,” kata Ali Baal, Selasa 1 Desember.

Baca Juga  Majene Sentra Pengembangan Ternak Kambing

Ia berharap dengan adanya bantuan DAK yang telah diberikan ditambah alat deteksi mesin kendaraan, bisa semakin meningkatkan kualitas dan profesionalisme sekolah khususnya dalam jurusan teknik mesin.

“Kita berharap sekolah bisa mengelolanya dengan baik dan pihak sekolah harus mampu menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa SMK ini memiliki alat canggih untuk mendeteksi kerusakan pada kendaraan,” ucapnya.

Baca Juga  Pemprov Sulbar Lakukan Langkah Pengendalian Antisipasi Penyebaran Virus Jembrana

Ia juga berharap, untuk menunjang peningkatan kualitas guru dan alumni pihaknya akan berkolaborasi dengan beberapa OPD untuk mendukung SMK Soeparman sehingga bisa menjadi lebih baik lagi.

Diketahui SMK yang berdiri sejak tahun 1960-an ini menyerap DAK tahun 2020 sebesar Rp 3,03 miliar, berupa pembangunan Ruang Praktek Siswa (RPS) serta alat uji mesin kendaraan motor (Emaro Starting System Test Kit) untuk Jurusan Teknik Otomotif.

Sementara Kepala SMK Soeparman, Sukwanto berterima kasih atas adanya bantuan Pemprov Sulbar, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2020.

Baca Juga  2021, Martadinata-Tapalang Barat Sudah Mulus

“Kami sangat berterima kasih dengan adanya peralatan ini menjadikan siswa sisa kami semakin berkompeten dan bisa bersaing,” ungkapnya.

Sukwanto mengaku, masih banyak kekurangan dalam menampung 200-an siswa di SMK Soeparman. Salah satunya ruang kelar belajar.

“Banyak yang rusak (ruang kelas, red), sehingga kami masih membutuhkan ruang kelas, salah satunya ruang kelas teknik bangunan,” tandasnya. (idr/sol)

Komentar

News Feed