oleh

Enggan Bayar Usai Berkencan Picu Keributan, Saling Kejar Dilempari Botol Kosong

POLMAN– Keributan antar warga terjadi di kawasan Gubuk Derita, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Gubuk Derita merupakan tempat esek-esek terselubung antara pria hidung belang dengan Pekerja Seks Komersial (PSK).

Seorang pria dikabarkan menderita luka serius pada bagian kepala, usai diserang pria lainnya. Peristiwa terjadi Rabu sore (01/09/2021), sekira pukul 17.00 wita.

“Awalnya ada perempuan dan laki-laki, saling kejar dan saling lempar menggunakan botol kosong,” ujar salah satu warga HR, menceritakan kronologis kejadian kepada wartawan di Polsek Urban Wonomulyo, Kamis siang (02/09/2021).

Baca Juga  Gelar Solat Gaib, Akmal Malik Terisak Kenang Tjahjo Kumolo

“Lima menit kemudian, datang suami perempuan itu, langsung pukul laki-laki itu pakai parang yang masih dalam sarungnya, dan bertanya istrinya diapakan?,” sambung HR.

Keributan tidak berlangsung lama. pasca kejadian. Kedua pria itu baik yang memukul maupun korban langsung meninggalkan lokasi kejadian.

“Sudah memukul langsung pergi, sementara laki-laki yang dipukul langsung pulang. saya sempat ajak ke Puskesmas karena wajahnya dipenuhi darah, tapi dia tidak mau, mungkin malu, “ terang HR.

Tidak diketahui secara pasti penyebab terjadinya keributan. Menurut HR, sebelumnya korban yang tidak diketahui identitasnya tersebut, dan wanita berinisial P yang berprofesi sebagai PSK, sempat berduaan pada salah satu rumah warga di daerah ini. Keduanya diketahui sedang berkencan.

Baca Juga  Hari Ini, Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Secara Hybrid

“Penjelasan perempuan sampai marah, katanya dia dipukul, apalagi waktu saling kejar di depan rumah, dia sempat teriak kurang ajar ini lelaki dia pukul saya, “ cerita HR menirukan.

Kapolsek Wonomulyo, AKP Adryan membenarkan peristiwa keributan tersebut. Berdasarkan informasi awal, disebut penyebab keributan lantaran sang pria tidak mau membayar setelah dilayani berkencan.

“Pemicunya karena ada pelanggan yang tidak mau bayar usai berkencan,” ungkap Adriyan terpisah.

Kendati demikian, Adryan mengaku pria yang menjadi korban penganiayaan, sampai saat ini belum melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada polisi.

Baca Juga  Memprihatinkan Kondisi Supri, Wanita Penderita Tumor di Polman Butuh Bantuan

“Sampai sekarang juga korbannya idak melapor,” tandas Adryan singkat.

Kendati demikian, dia mengaku, akan tetap berupaya mengambil langkah agar kejadian serupa tidak terulang lagi, serta mengantisipasi terjadinya hal tidak diinginkan, termasuk menghentikan praktek prostitusi terselubung yang masih kerap terjadi di gubuk derita.

“Karena saya baru di sini, makanya saya kumpulkan babinsanya, satpol dan pihak kelurahan, untuk membicarakan langkah penanganan yang akan diberikan terkait gubuk derita,” pungkas Adryan. (thaya/red)

Editor: Sulaeman Rahman

Komentar

News Feed