POLMAN- Malang nasib Rahmat Prayudi (22), pemuda asal Desa Bumimulyo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Ia hilang akibat diseret ombak setinggi 2 meter.
Peristiwa yang gegerkan warga, ini terjadi di Pantai Wisata Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Jumat sore sekira pukul 17.00 wita.
Korban diduga terseret ombak, lantaran terlalu jauh berenang meninggalkan bibir pantai.
“Beberapa menit berenang, dua orang itu makin jauh, cuma mungkin yang satu sadar terlalu jauh ia kembali karena kram kakinya, yang satu (korban) tinggal, akhirnya terbawa arus,” ujar salah satu saksi, Elfanno kepada Paceko.com grup Siberindo.co di lokasi kejadian, Jumat petang (02/04/2021).
Menurut Elfanno, korban sempat terlihat berupaya menyelamatkan diri pada sepotong kayu yang terbawa arus, namun gagal.
“Dia (korban, red) sempat berusaha karena di dekatnya ada kayu, dia berusaha untuk ambil kayu itu, cuma tidak sampai,“ ungkap pemuda berkaca mata ini.
Sekretaris Camat Wonomulyo Samiaji mengatakan, sebelum hilang terseret ombak, korban dan teman-temannya diketahui bermain bola di pinggir pantai.
“Ini tadi infonya sedang main bola, mungkin setelah main bola korban dan temannya berenang. Namun, karena ombak akhirnya korban terseret,” katanya .
Samiaji menyebut, warga dan rekan korban di lokasi kejadian sempat berupaya memberikan pertolongan, namun terhalang gelombang tinggi.
“Teman-teman lain sempat ada yang mau menolong, cuma karena ombak terlalu tinggi, makanya temannya juga akhirnya cari selamat,“ imbuhnya.
Dia mengaku, telah melaporkan peristiwa ini pada instansi terkait, untuk membantu pencarian korban.
“Tadi ini, teman-teman dari polsek dan warga sudah melakukan pencarian namun sampai saat ini belum ditemukan. Tadi saya sudah menghubungi Kepala BPBD beliau mengatakan berkoordinasi dengan Basarnas dan Polairud, mudah-mudahan dalam waktu tidak lama datang kesini,“ pungkasnya.
Berdasarkan pantauan wartawan, hingga Jumat malam ratusan warga masih memadati pesisir pantai wisata Mampie. Berbekal alat penerang seadanya, banyak warga yang menyisir pantai berharap korban segera ditemukan.
Sejumlah keluarga dan rekan korban juga terus menangis, lantaran tidak menduga korban hilang diseret ombak. (thaya/sur)











Komentar