MAJENE– Kericuhan warnai aksi unjuk rasa mahasiswa menolak pembangunan videotron di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Sejumlah massa aksi dan petugas pengamanan terlibat saling kejar dan baku pukul.
Berdasarkan pantauan, kericuhan bermula ketika sejumlah massa aksi yang menyampaikan orasi hendak membakar ban bekas di Jalan Trans Sulawesi, tepat depan Kantor Bupati Majene. Namun terjadi kesalahpahaman sehingga tidak mendapat izin petugas.
Beruntung, kericuhan tidak berlangsung lama. Kedua belah pihak berupaya menahan diri untuk mengantisipasi terjadinya hal tidak diinginkan.
Aksi unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Komisariat se Kabupaten Majene, kemudian berlanjut di halaman Kantor Bupati Majene. Massa aksi mendesak pemerintah Kabupaten Majene, membatalkan pembangunan videotron, yang dinilai tidak efektif untuk meningkatkan pendapatan daerah.
“Masih banyak hal-hal urgen lainnya yang seharusnya dianggarkan oleh pemerintah daerah, dibanding dengan pembangunan videotron,” kata Koordinator Lapangan, Bahtiar kepada wartawan, Kamis (30/09/2021)
Bahtiar menilai, pembangunan videotron tersebut akan membebani APBD daerah, jika tidak ada pihak swasta yang ingin beriklan.
“Bagaimana jika tidak ada pihak swasta yang ingin melakukan periklanan, maka tentu yang beriklan adalah organisasi perangkat daerah dan itu membebani APBD berarti tidak ada keuntungan untuk daerah,” tandasnya.
Untuk itu, Bahtiar mendesak, pemerintah Kabupaten Majene membatalkan pembangunan videotron tersebut. Ia mengancam akan menggelar aksi lebih besar, jika tuntutannya tidak dipenuhi.
“Jadi kami menimbang, tidak ada keuntungan untuk daerah. Hari ini kami meminta Bupati Majene untuk membatalkan program pembangunan videotron. Jika itu tidak dibatalkan, kami akan turun aksi,“ pungkasnya.
Kepala BKAD Majene Kasman Kabil mengungkapkan, pembangunan videotron bertujuan memaksimalkan penyampaian informasi ke masyarakat. Selain itu, keberadaan videotron diharapkan dapat menambah pendapatan daerah melalui pajak reklame.
Sementara itu, Wakil Bupati Majene Arismunandar mengatakan, menyebut, aksi unjuk rasa adalah bentuk perhatian mahasiswa terhadap pembangunan daerah.
“Karena kami menganggap etikat mereka baik, dan etikat kami juga baik untuk membawa Majene menjadi lebih baik,” ungkapnya singkat. (thaya/red)
Editor: Sulaeman Rahman











Komentar